Jurnal Pendidikan Bahasa
Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Bahasa

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif pada Materi Karya Ilmiah Siswa Kelas XI SMAN Kalisat

Febi Wahyuningtyas Febi (Universitas Muhammadiyah Jember)
Hasan Suaedi (Universitas Muhammadiyah Jember)
Afiatul Muthmainnah (Universitas Muhammadiyah Jember)



Article Info

Publish Date
10 Sep 2026

Abstract

Penelitian ini berdasarkan dari kenyataan bahwa kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas XI SMA Negeri Kalisat pada materi karya ilmiah masih rendah, terutama ketika mereka diminta menentukan topik, merumuskan masalah, sampai mengembangkan gagasan secara ilmiah. Berdasarkan dari persoalan itu, penelitian ini mencoba mendeskripsikan bagaimana model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) diterapkan, sekaligus melihat sejauh mana model tersebut mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Desain yang dipakai adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ala Kemmis dan Mc Taggart, dijalankan dalam dua siklus yang masing-masing mencakup perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Sebanyak 36 peserta didik kelas XI-4 menjadi subjek penelitian. Data dihimpun lewat observasi, tes, angket, dan dokumentasi, lalu diolah secara deskriptif baik kuantitatif maupun kualitatif. Menariknya, model TSTS dalam penelitian ini tidak berdiri sendiri, melainkan dipadukan dengan mind mapping serta media digital seperti PowerPoint interaktif, Google Form, dan infografis. Hasilnya cukup menjanjikan rata-rata nilai kemampuan berpikir kreatif melonjak dari 60,1 pada Siklus I (pretest) menjadi 81,2 pada Siklus II (posttest), dengan N-Gain 0,53 yang masuk kategori sedang. Di sisi lain, persentase ketuntasan belajar juga naik drastis dari 5,6% menjadi 94,4%. Dari keempat indikator berpikir kreatif yang diukur pada Siklus II, fluency mencatat skor rata-rata tertinggi (21,56), sedangkan elaboration justru berada di posisi terendah (19,78). Respons peserta didik terhadap pembelajaran pun ikut membaik, dari 84,24% (kategori sangat positif) pada pertemuan pertama menjadi 90,63% pada pertemuan kedua. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa TSTS yang dibantu mind mapping dan media digital cukup efektif dalam mendorong kemampuan berpikir kreatif siswa menulis karya ilmiah pada Fase F Kurikulum Merdeka.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

bahasa

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal ini memuat artikel tentang hasil penelitian dan kajian mengenai Pendidikan Bahasa atau serumpunnya yang terbit setiap Juni dan ...