p-Index From 2021 - 2026
7.377
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERCAKAPAN GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Suaedi, Hasan
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.253 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1109

Abstract

Percakapan guru dan siswa dalam konteks pembelajaran sangat penting. Dikatakan penting, karena percakapan tersebut dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Oleh karena itu, guru seharusnya menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Salah satu cara menggunakan bahasa yang mudah dipahami dengan menerapkan maksim kerja sama (PK). Penggunaan maksim kerja sama mempermudah mitra tutur memahami maksud yang dituturkan. Fokus kajian ini mengkaji penerapan dan pelanggaran maksim. Adapun maksim yang dikaji, yaitu (a) penerapan maksim kualitas, (b) penerapan maksim kuantitas, (c) pelanggaran maksim kualitas, dan (d) pelanggaran maksim kuantitas. Metode kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan percakapan selama pembelajaran formal berlangsung. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Jember. Kemudian data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tuturan guru dan siswa. Data tersebut difokuskan pada tuturan yang menerapkan dan melanggar maksim kualitas dan kuantitas. Adapun prosedur analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa pemakaian tuturan guru dan siswa. Pertama, maksim kualitas dalam percakapan guru dan siswa diterapkan melalui dua tuturan, yaitu (a) tuturan interogatif dan (b) tuturan perintah. Kedua, penerapan maksim kuantitas percakapan guru dan siswa juga diterapkan melalui dua tuturan, yaitu (a) tuturan persetujuan dan (b) tuturan menawarkan. Ketiga, tidak terdapat pelanggaran maksim kualitas pada tuturan guru dan siswa. Keempat, pelanggaran maksim kuantitas diterapkan melalui tuturan menjelaskan tugas. Kata Kunci: tuturan guru dan siswa, maksim kualitas dan kuantitas.
PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA ANAK TK NEGERI PEMBINA USIA 4 TAHUN Suaedi*, Hasan
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.888 KB) | DOI: 10.32528/bb.v1i1.73

Abstract

Second language acquisition (SLA) is one of the formal studies in language learning which is different from the first language acquisition (FLA). In FLA, a child, unconsciously learn language from his closest person; father or mother. SLA. At TK Negeri Pembina, SLA occurs in formal learning activities through many different ways; i.e., telling stories, drawing, and playing. In this study, the writer applied qualitative method. It aims at giving clear description on the talks occur during the learning process. The results of the study show that (1) The language production of 4 year old children at TK Negeri Pembina comprises six parts of speech: (a) nouns, (b) verbs, (c) adverb, (d) pronouns, (e) adjectives, and (f) numbers. And nouns are the most frequently used. (2) In sentence case, the language production is mostly in interrogative sentences when teacher and students are having questions and answer during the learning process and (3) The use of pronouns are appropriate with its functions. The 4 year old children can distinguish the use of pronouns; personal, singular and also plural pronouns.Key words: Second Language Acquisition (SLA), words, sentence, pronouns
THE CONSTRUCTION OF CULTURAL EDUCATION IN TETRALOGY OF LASKAR PELANGI NOVEL Hasan Suaedi; Anang Santoso; Wahyudi Siswanto; Yuni Pratiwi
ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.23 KB)

Abstract

A culture needs to be constructed to the members of the community with the aim to inherit a culture, instilling cultural values, and forming good behavior. In order to reveal the construction of cultural education in tetralogy of Laskar Pelangi novel, then a critical discourse analysis study is used. The construction of cultural education in tetralogy of Laskar Pelangi novel was constructed by three figures, namely the knowledgeable, religious, and government figures. In addition, the method of constructing cultural education in tetralogy of Laskar Pelangi novel uses three methods; they are beliefs, customs, and arts.
PELATIHAN MEMBACA MENGGUNAKAN STRATEGI ELABORASI DENGAN MEMANFAATKAN CERITA DAERAH BUDAYA PANDALUNGAN DI SDN SUMBERBULUS 1 Hasan Suaedi; Bahtiar Hari Hardovi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v5i1.1969

Abstract

Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa tingkat tinggi. Oleh karena itu, mengajarkan keterampilan membaca di sekolah memerlukan perencanaan yang cukup baik. Realitas yang terjadi, pembelajaran membaca di sekolah dasar masih konvensional. Artinya guru mesih belum menggunakan strategi yang baik dan belum menggunakan teks yang sesuai untuk siswa sekolah dasar. Berdasarkan masalah di atas, penggunaan strategi elaborasi bertujuan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran keterampilan membaca di sekolah dasar. Selain menggunakan strategi elaborasi, pemilihan teks yang mengandung nilai-nilai positif sangat penting bagi siswa sekolah dasar.  Oleh karena itu, dalam pengabdian ini strategi elaborasi menggunakan teks cerita daerah budaya pandalungan. Tujuan menggunakan teks cerita budaya pandalungan agar dapat memperkenalkan budaya kearifan lokal, menanamkan nilai-nilai budaya lokal, dan menghasilkan produk berupa sumber belajar dan buku saku bagi guru ketika mengajarkan keterampilan membaca. Guna mencapai target yang diharapkan dalam pengabdian ini, maka kegiatan pengabdian ini direncanakan dalam bentuk pelatihan membaca menggunakan strategi elaborasi dengan cerita daerah budaya pandalungan. Adapun bentuk pelatihannya direncanakan memuat dua konsep utama. Pertama, memberikan pemahaman kepada pendidik tentang jenis-jenis membaca khususnya sekolah dasar. Kedua, memberikan pelatihan tentang penggunaan strategi elaborasi dengan menggunakan cerita daerah budaya Pandalungan.
Dimensi Kearifan Lokal dalam Novel Laskar Pelangi Hasan Suaedi
Belajar Bahasa Vol 6, No 2 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v6i2.4953

Abstract

Kearifan lokal sering kali diartikan sebagai sebuah warisan budaya. Kearifan lokal dapat terbentuk melalui interaksi antar individu dalam suatu masyarakat dengan lingkungan tempat tinggalnya. Kearifan lokal secara teoritis mengandung tiga dimensi utama, yaitu pengetahuan, nilai, dan kepemimpinan. Ketiga dimensi tersebut sangat penting untuk diwariskan kepada generasi muda. Pewarisan kearifan lokal dalam novel Laskar Pelangi disosialisasikan melalui orangtua dan tokoh masyarakat. Oleh karena itu, proses sosialisasi kearifan lokal disampaikan melalui kekuasaan yang berbeda antara generasi muda, orang tua, dan tokoh masyarakat. Guna mengungkapkan dimensi kearifan lokal yang disosialisasikan oleh individu yang memiliki kuasa, maka peneliti menggunakan teori wacana kritis. Teori wacana kritis memnadang sebuah teks (novel) bagian dari interaksi sosial dan kebudayaan. Oleh karena itu, pengarang dalam menulis novel menginterpretasi pristiwa sosial ke dalam novelnya.Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan berupa kajian teks. Kajian teks dalam penelitian ini menggunakan model analisis data Fairlough. Luaran dalam penelitian ini adalah berupa laporan penelitian, eksplorisasi kearifan lokal, sebagai bahan pembelajaran bahasa dan sastra terutama untuk membentuk karekter peserta didik melalui budaya kearifan lokal. Kemudian penelitian ini ditargetkan dipublikasikan dalam jurnal terakreditasi. Jurnal terakreditasi yang menjadi target adalah Belajar Bahasa.Dimensi kearifan lokal dalam novel Laskar Pelang diungkapkan dengan tiga dimensi. Ketiga dimensi tersebut adalah (a) dimensi pengetahuan lokal yang terdiri dari cerdas cermat sebagai media untuk meningkatkan harkat dan martabat sekolah dan pengetahuan tentang guru linguasalnya, (b) dimensi nilai lokal yang dipercaya oleh masyarakat terdiri dari nilai lokal Islam dan nilai semangat dalam menempuh pendidikan formal, (c) dimensi mekanisme pengambilan keputusan lokal yang dijalankan oleh masyarakat terdiri dari kepala sekolah sebagai pengamil keputusan dan orang pintar sebagai pengambil solusi.
PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA ANAK TK NEGERI PEMBINA USIA 4 TAHUN Hasan Suaedi*
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i1.73

Abstract

Second language acquisition (SLA) is one of the formal studies in language learning which is different from the first language acquisition (FLA). In FLA, a child, unconsciously learn language from his closest person; father or mother. SLA. At TK Negeri Pembina, SLA occurs in formal learning activities through many different ways; i.e., telling stories, drawing, and playing. In this study, the writer applied qualitative method. It aims at giving clear description on the talks occur during the learning process. The results of the study show that (1) The language production of 4 year old children at TK Negeri Pembina comprises six parts of speech: (a) nouns, (b) verbs, (c) adverb, (d) pronouns, (e) adjectives, and (f) numbers. And nouns are the most frequently used. (2) In sentence case, the language production is mostly in interrogative sentences when teacher and students are having questions and answer during the learning process and (3) The use of pronouns are appropriate with its functions. The 4 year old children can distinguish the use of pronouns; personal, singular and also plural pronouns.Key words: Second Language Acquisition (SLA), words, sentence, pronouns
ANALISIS PERCAKAPAN GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Hasan Suaedi
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1109

Abstract

Percakapan guru dan siswa dalam konteks pembelajaran sangat penting. Dikatakan penting, karena percakapan tersebut dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Oleh karena itu, guru seharusnya menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Salah satu cara menggunakan bahasa yang mudah dipahami dengan menerapkan maksim kerja sama (PK). Penggunaan maksim kerja sama mempermudah mitra tutur memahami maksud yang dituturkan. Fokus kajian ini mengkaji penerapan dan pelanggaran maksim. Adapun maksim yang dikaji, yaitu (a) penerapan maksim kualitas, (b) penerapan maksim kuantitas, (c) pelanggaran maksim kualitas, dan (d) pelanggaran maksim kuantitas. Metode kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan percakapan selama pembelajaran formal berlangsung. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Jember. Kemudian data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tuturan guru dan siswa. Data tersebut difokuskan pada tuturan yang menerapkan dan melanggar maksim kualitas dan kuantitas. Adapun prosedur analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa pemakaian tuturan guru dan siswa. Pertama, maksim kualitas dalam percakapan guru dan siswa diterapkan melalui dua tuturan, yaitu (a) tuturan interogatif dan (b) tuturan perintah. Kedua, penerapan maksim kuantitas percakapan guru dan siswa juga diterapkan melalui dua tuturan, yaitu (a) tuturan persetujuan dan (b) tuturan menawarkan. Ketiga, tidak terdapat pelanggaran maksim kualitas pada tuturan guru dan siswa. Keempat, pelanggaran maksim kuantitas diterapkan melalui tuturan menjelaskan tugas. Kata Kunci: tuturan guru dan siswa, maksim kualitas dan kuantitas.
SEMIOTIC IN SALAH PIKNIK POETRY BY JOKO PINURBO’S Isti'anah; Dzarna; Hasan Suaedi
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v5i1.3792

Abstract

The purpose of this study is to describe semiotic analysis on Picnic Poetry that has iconic meaning of icon, index, and symbols. This type of research is a qualitative descriptive, because the data and results of this study are dominant in the form of words. Data collection techniques using documentation methods. In this study, the signs contained in poetry are interesting discussions to analyze. The signs found in the poem are not found at random, but are examined repeatedly until the signs found are true. . The results of the data analysis showed a semiotic contained in Karya Picnic Work Joko Pinurbo. The results of the data analysis showed a semiotic contained in Picnic Poetry includes (1) sadness, (2) life, (3) excitement, (4) excited, (5) shocked. Based on the results of the data, the conclusion of the study, namely by the analysis of semiotic analysis in the poem, readers will understand the various signs in the Picnic Work Joko pinurbo poem that contains the phenomenon that occurs in the new corona outbreak that hit the world, also marked by humor and game of words, containing satire and criticism of the government. Keywords: Poetry, Icon, Index, And Symbols
Analysis of language politeness among students of SMK Teknik Balung Kevin Ferdian Agarta; Fitri Amilia; Hasan Suaedi
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v5i2.3990

Abstract

The purpose of this study is to describe the language politeness of students at SMK Teknik Balung. The utterances taken are during teaching and learning activities and outside teaching and learning activities. This research uses qualitative method. The data and data sources are the speech of students in Balung technical vocational school which includes the maxims of wisdom, generosity, respect, simplicity, agreement and sympathy. The data collection techniques used are observation and documentation techniques in the form of free listening techniques, note taking, and recording techniques. Observation is done to find out whether the data source used is appropriate. Listening and recording techniques are used when collecting data. The recording technique was used to record the data. The data analysis is the intralingual pairing method with the comparative difference relation (HBB). The results of this study found the existence of the maxims of wisdom, generosity, respect, simplicity, agreement and sympathy. The data reflects that the students of SMK Teknik Balung have polite and well-mannered speech. The assumption given by others that students in SMK are not polite is wrong. The suggestions that can be given to future researchers are. Future researchers are expected to explain the factors that cause people to assume that students who have ethics are usually only high school students. Whereas vocational students also use polite language.  
Pelatihan Media Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Powtoon Di SMK Muhammadiyah 4 Kalisat Suaedi, Hasan; Devanti, Yeni Mardiana; Fatkurochman, Henri; Fatqurhohman, Fatqurhohman
Mujtama Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): Mujtama’ Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mujtama.v4i1.22457

Abstract

Media pembelajaran merupakan alat, bahan, dan peraga digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran dapat membantu siswa dapat memehami materi. Powtoon merupakan aplikasi IT yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Dalam powtoon dilengkapi perangkat-perangkat menarik yang dapat digunakan dalam media pembelajaran. Berdasarkan pengabdian di SMK muhammadiyah 4 Kalisat, terdapat tiga simpulan utama. Pertama, guru di SMK Muhammadiyah 4 Kalisat sebagian besar telah mampu memahami pentingnya media pembelajaran saat mengajar dan menggunakan poowton sebagai media pembelajaran berbasis IT. Kedua, sebagian guru masih kesulitan membuat media menggunakan aplikasi powtoon. Ketiga, guru diharapkan berkomitmen untuk membuat media pembelajaran dengan aplikasi powtoon.
Co-Authors Adilah Puja Rahmawati Afifah, Uni Nur Afriliya, Novi Afrizal, Mohammad agus milu susetyo Alivardani, Eka Nova Alivia Rosita Wahyuni Amaliatuz Zahrah Anang Santoso Andini Fatima Azizah Anggraeni, Astri Widyaruli Anindya Oktaviona Ervinawati Annisa Dallilatul Hasanah Arini Ika Ramadhanti Astri Widyaruli Anggraeni Astri Widyaruli Anggraeni Audy Yourdiansyah Firdaus Ayunda Putri Nazarrina Bagas Eko Firmansyah Bahtiar Hari Hardovi Callista Azalia Nur Firdaus Cantika Kunthi Prabandari Dela Febriyanti Devanti, Yeni Mardiana Dzarna Dzarna Dzarna Dzarna Dzarna Dzarna, Dzarna Eka Nova Ali Vardani Fadilah Rahmawati Fatkurochman, Henri Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fatqurhohman Fatqurhohman Febriyanti, Weni Filia Dwi Lestari Fitri Amilia Fitri Sakinah Fitrianingsih, Rina Ayu Hanina Zahra Al Muhdlar Hasanah, Lina Umayatul Henri Fatkurochman Irfan Kholid Sofhan Isnaini Nur Azizah Isnaini Nur Azizah Isnanda, Wheka Isti'anah Jasmin Fauzia Jessinta Dwi Lestari Kevin Ferdian Agarta Khoirun Nadia Krisdianti, Cucuk Laila Nurmayanti Lestari, Desy Elok Mega Lestari, Marselia Dwi M. Dwi Bintang Ramadhan M. Toyyib Mustofa Lathif Maesaroh, Galuh Marisa Nur Rohma Melinda Disti Nuraulia Mijianti, Yerry Mohamad Afrizal Muhamad Ipnu Hasan Muhammad Amin Amirullah Musoffa, Laylatul Nabiilah, Deffa Nadila Devi Tsabita Neyskia Ramadila Nia Anggraeni Novi Afriliya Nuning Indagwiya Nurul Imamah Nurul Kurniawati, Nurul Oktaviani, Dwi Sinta Pahlawan, Sunan Reza Palupi, Sucitra Risa Permatasari, Marsella Putri Putri, Elisa Kurnia Rahmawati, Erdita Nur Renita, Stella Rintan Amalia Rohar Rohimah, Ainur Salman Faris, Muhammad Sholahuddin Ayyubi Sholihah, Mar’atus Sila Rahmatina Siti Husnul Amaliyah Sulistiyawati, Eka Susetyo, Agus Milu Tasya Madinah Taufiq Ahmad Ranasanto Tri Endang Jatmikowati Ukhtul Iffah Daat Arina Uni Nur Afifah Uqraniyyah, Siti Murtifatul Vardani, Eka Nova Ali Vardani, Eka Nova Ali Wahyudi Siswanto Wahyuni, Alivia Rosita Warda, Humairotul Weni Febriyanti Widyaruli Anggraeni, Astri Widyaruli, Astri Wilujeng, Dinda Ayu Yeni Mardiyana Devanti Yessy putri Wulandari Yuni Pratiwi Yuniar Firjinia Fatwa Zakiyah, Nurul Lailatuz