Pertumbuhan penduduk Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang (r=1,231%/tahun) meningkatkan kebutuhan air domestik dan berpotensi memperparah Blue Water Scarcity (BWS) di wilayah layanan Perumda Tugu Tirta. Penelitian ini menganalisis dampak pertumbuhan penduduk terhadap BWS domestik menggunakan rasio Blue Water Footprint (BWF) terhadap Blue Water Availability (BWA) mengacu Hoekstra dkk. (2012). Kebutuhan air per kapita dari survei (n=100) (q mean = 172,59 L/orang/hari) divalidasi silang dengan data meter pelanggan Perumda (179,70 L/orang/hari; deviasi 3,96%), mengonfirmasi keandalan estimasi meski representasi spasial terbatas. BWS 2022, 2023, dan 2025 tergolong Sangat Kritis (>200%); 2024 tergolong Kritis (150–200%). Tanpa penambahan sumber, BWS terus memburuk; Sumber Merjosari (2026) menurunkannya ke kategori Kritis; SPAM Bango (2029) diproyeksikan menurunkannya ke kategori Sedang (~110–112%). Namun, kebutuhan air tetap berada di atas 100% BWA meski kedua sumber terealisasi, menegaskan perlunya diversifikasi sumber air tepat waktu untuk mengimbangi tekanan pertumbuhan penduduk yang berlanjut.
Copyrights © 2026