Penelitian ini mengkaji komunikasi emosional dan pengungkapan diri dalam lirik lagu album Nadin Amizah Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya melalui kerangka analisis semiotik Roland Barthes. Album ini merupakan salah satu rilisan musik independen paling berpengaruh di Indonesia pada tahun 2023, yang secara autentik dan mendalam mewakili pengalaman emosional generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan kerangka semiotik dua tingkat Barthes yang meliputi denotasi, konotasi, dan mitos. Teori pengungkapan diri Sidney Jourard dan konsep komunikasi emosional dalam studi interpersonal berfungsi sebagai landasan teoritis. Lima lagu dipilih sebagai objek analisis utama: 'Semua Aku Dirayakan', 'Rayuan Perempuan Gila', 'Berpayung Tuhan', 'Tawa', dan 'Ah'. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima lagu tersebut mewakili dimensi pengungkapan diri yang mendalam yang meliputi perasaan, opini, dan kepribadian, sekaligus mengkomunikasikan spektrum emosional yang luas mulai dari kegembiraan yang naif, kemarahan yang terpendam, harapan transendental, kesedihan, hingga penerimaan diri. Pada tingkat mitologis, album ini mereproduksi sekaligus menantang konstruksi budaya mengenai perempuan, cinta, dan spiritualitas dalam masyarakat Indonesia kontemporer. Studi ini berkontribusi untuk memperluas kajian komunikasi musik sebagai arena pengungkapan diri dan ekspresi identitas emosional di kalangan pemuda Indonesia.
Copyrights © 2026