Tradisi Mandi Safar merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Melayu-Islam yang dilaksanakan sebagai ikhtiar untuk memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah Swt. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan tata cara, tujuan, dan nilai-nilai tradisi Mandi Safar di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan diskusi dengan tokoh masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mandi Safar meliputi kegiatan budaya Melayu, Tepuk Tepung Tawar, pembacaan Al-Qur’an, zikir, doa bersama, mandi, dan makan bersama. Tradisi ini mengandung nilai religius, sosial, budaya, ekonomi, dan edukatif. Meskipun mendapat respons positif, pelestariannya menghadapi tantangan akibat perubahan zaman dan menurunnya pemahaman generasi muda. Oleh karena itu, pewarisan nilai budaya penting dilakukan agar Mandi Safar tetap menjadi bagian dari identitas Melayu-Islam.
Copyrights © 2026