Sektor pertanian adalah tulang punggung ketahanan pangan, namun, sering terkendala oleh rendahnya produktivitas hasil panen karena degradasi lahan dan variabilitas iklim. Kondisi ini sering terjadi pada lahan pertanian di Nusa Tenggara Timur (NTT) karena adanya keterbatasan sumber air akibat rendahnya curah hujan, kenaikan suhu, dan manajemen lahan yang kurang optimal. Oleh karena itu diperlukan strategi pengembangan pertanian dengan mengintegrasikan prinsip ekologi dengan teknik pengelolaan praktis yang disesuaikan dengan lingkungan terbatas air dan kesuburan tanah yang rendah. Oleh karena itu tujuan penelitian adalah mengidentifikasi karakteristik lahan dan merancang strategi pengembangan jagung berkelanjutan berbasis kesesuaian lahan pada Zona Agroekologi (ZAE) pada lahan kering di NTT. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan, analisis karateristik tanah di laboratorium, analisis spasial untuk menentukan kelas kesesuaian lahan jagung pada ZAE serta menentukan strategi agroteknologi untuk pengembangan jagung berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pH, bahan organik, dan kapasitas tukar kation tergolong mendukung budidaya jagung, namun variasi nitrogen mengindikasikan perlunya pemupukan spesifik lokasi. Analisis ZAE menghasilkan empat zona utama dengan dominasi Zona IV, sedangkan evaluasi kesesuaian lahan menunjukkan 99,92% wilayah termasuk kelas cukup sesuai (S2) dan 0,08% sesuai marjinal (S3). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas jagung lebih efektif dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan, seperti pemupukan berimbang, konservasi tanah, penggunaan varietas toleran kekeringan, dan penyesuaian kalender tanam berbasis curah hujan. Pendekatan ZAE memberikan dasar ilmiah dan spasial dalam mendukung pengembangan jagung berkelanjutan di wilayah semi-arid.
Copyrights © 2026