Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pemuliaan tanaman partisipatif dalam pengembangan sorgum lokal melalui tinjauan terhadap karakterisasi, potensi, dan strategi pengembangannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengintegrasikan berbagai hasil penelitian terkait karakter morfologi, agronomi, serta pemanfaatan sorgum, khususnya di wilayah Sumba Timur sebagai salah satu pusat keragaman plasma nutfah lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa sorgum memiliki keunggulan adaptasi yang tinggi terhadap lahan kering dan kondisi lingkungan marginal, didukung oleh karakter fisiologis seperti sistem fotosintesis C4, efisiensi penggunaan air, serta kemampuan ratoon. Keragaman morfologi, terutama pada malai dan biji, mencerminkan potensi genetik yang besar untuk dikembangkan sesuai kebutuhan spesifik lokasi. Selain sebagai sumber pangan alternatif, sorgum juga berpotensi sebagai pakan ternak dan bahan baku bioenergi, sehingga mendukung sistem pertanian terintegrasi dan berkelanjutan. Namun demikian, pengembangan sorgum masih menghadapi berbagai kendala, antara lain rendahnya produktivitas, keterbatasan teknologi pascapanen, akses pasar, serta minimnya adopsi varietas unggul oleh petani. Pendekatan pemuliaan tanaman partisipatif menjadi solusi yang efektif karena melibatkan petani secara langsung dalam proses seleksi varietas, sehingga meningkatkan kesesuaian dengan preferensi lokal dan mempercepat adopsi inovasi. Dengan demikian, integrasi pemuliaan partisipatif, inovasi teknologi, dan dukungan kebijakan menjadi kunci dalam optimalisasi pengembangan sorgum sebagai komoditas strategis untuk mendukung ketahanan pangan dan kemandirian energi di Indonesia.
Copyrights © 2026