Dunia pariwisata, khususnya di Bali, berkembang pesat baik di kota maupun desa. Berkaitan dengan hal itu, wisatawan yang datang, terutama wisatawan mancanegara di Desa Wisata Sambangan, membutuhkan arahan informatif, direksional, maupun regulatif. Kebutuhan tersebut memunculkan signboards untuk mendukung kegiatan wisata mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mengkaji what languages are used, language function, dan multilingual text type dalam signboards tersebut menggunakan kerangka Landry and Bourhis serta teori Jakobson dan Reh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Inggris adalah bahasa dominan yang digunakan pada signboards di Desa Wisata Sambangan agar dapat menjangkau wisatawan secara luas, dengan fungsi yang dominan yaitu referensial karena signboards di desa wisata umumnya memberikan informasi yang jelas mengenai fasilitas yang ditawarkan. Sementara itu, tipe teks multilingual yang paling sering digunakan yaitu complementary untuk menyampaikan komunikasi yang saling melengkapi dari dua bahasa yang berbeda sehingga memberikan informasi yang utuh. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat terutama bagi pihak yang terlibat dalam pariwisata dalam menciptakan signboards yang lebih baik.
Copyrights © 2026