Pengoperasian lampu dan kipas pada ruang kelas yang masih dilakukan secara manual dapat menyebabkan perangkat tetap menyala ketika ruangan tidak digunakan dan menyulitkan pemantauan kondisi perangkat. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem Smart Class berbasis ESP32 yang mengintegrasikan otomatisasi berbasis deteksi aktivitas dan suhu dengan monitoring lokal serta Internet of Things (IoT). Sistem menggunakan sensor PIR HC-SR501, sensor DHT22, relay, LCD 16×2 I2C, dan aplikasi Blynk, serta menyediakan mode otomatis dan manual. Kinerja sistem dievaluasi melalui pengujian jarak deteksi PIR pada 1–8 m, lima kali pengujian waktu pemadaman otomatis, pengujian logika kendali pada empat kombinasi kondisi PIR dan suhu, serta pengujian kontrol manual melalui Blynk. Hasil menunjukkan PIR mendeteksi pergerakan pada jarak 1–5 m, memberikan respons samar pada 6 m, dan tidak mendeteksi pada 7–8 m. Waktu pemadaman otomatis berada pada rentang 78–81 detik dengan rata-rata 79,6 detik dan simpangan baku 1,14 detik, atau 19,6 detik (32,7%) lebih lama daripada timer program 60 detik. Pada pengujian fungsional, logika lampu dan kipas bekerja sesuai kombinasi keberadaan objek dan ambang suhu 24°C, sedangkan mode manual mampu mengubah status perangkat melalui Blynk. Akurasi absolut pembacaan DHT22 dan latensi komunikasi Blynk belum dikuantifikasi terhadap instrumen referensi, sehingga hasil penelitian dibatasi pada validasi kinerja fungsional prototipe. Kontribusi penelitian terletak pada integrasi kendali otomatis dan manual, monitoring lokal, serta monitoring berbasis IoT dalam satu prototipe Smart Class.
Copyrights © 2026