Kondisi Kali Bekasi yang tercemar sedang dipengaruhi beberapa permasalahan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah sungai, serta belum optimalnya implementasi Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 10 Tahun 2023 tentang Pengendalian Pencemaran Air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi peraturan tersebut dalam pengelolaan sampah sungai di Kota Bekasi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data menurut Miles. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan Grindle yang mencakup aspek isi kebijakan dan konteks implementasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi pengendalian pencemaran air khususnya di Kali Bekasi ini belum sepenuhnya optimal karena keterlibatan pemerintah tingkat kelurahan belum merata, partisipasi masyarakat dan kesadaran masyarakat dalam menjaga aliran sungai masih rendah, manfaat dan derajat perubahan yang belum maksimal akibat kondisi cuaca yang dinamis serta sampah kiriman yang kerap kali datang dan keterbatasan sarana dan prasarana. Koordinasi antar instansi dan kepatuhan pelaksana sudah berjalan baik, tetapi sosialisasi kepada masyarakat belum merata. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan peningkatan dalam kegiatan sosialisasi kepada masyarakat guna untuk meningkatkan partisipasi yang lebih aktif, juga menyediakan sarana dan prasarana yang lebih memadai untuk mendukung keberhasilan dan keberlanjutan implementasi kebijakan pengendalian pencemaran air di sungai Kota Bekasi. Kata Kunci: kebijakan, pencemaran, pengelolaan, sampah
Copyrights © 2026