Meningkatnya pertumbuhan beban pada Subsistem Mandirancan berpotensi meningkatkan kerawanan sistem tenaga listrik di wilayah tersebut. Hal tersebut dapat terjadi apabila terjadi kontingensi yang menyebabkan pembebanan lebih (overload). Sistem skema pertahanan (Defense Scheme) yang terimplementasi pada sistem kelistrikan Subsistem Mandirancan membutuhkan sebuah pengembangan disain sebagai langkah mitigasi dalam menghadapi kondisi gangguan sistem tenaga listrik beban lebih. Penelitian ini mengusulkan desain skema pertahanan adaptif yang mengintegrasikan peralatan SCADA, telekomunikasi, dan sistem proteksi dengan memanfaatkan infrastruktur Gardu Induk yang ada dan disain logika pelepasan beban yang adaptif berdasarkan kondisi real-time. Metode pengujian dilakukan menggunakan perangkat server controller, gateway, data concentrator unit, master trip defense scheme dan simulator remote station yang diintegrasikan menjadi suatu sistem skema pertahanan adaptif. Pada studi kasus kontingensi N-1 IBT 1&2 500/150kV Mandirancan dengan set point sebesar 400MW, memberikan hasil akurasi pelepasan beban tanpa deviasi dan efektivitas pelepasan target 18 Trafo 100% dengan durasi waktu aksi selama 24 ms, akurasi pelepasan beban sangat penting untuk mengurangi kelebihan jumlah pemadaman tanpa mengesampingkan kestabilan sistem tenaga listrik.
Copyrights © 2026