Pengendalian kualitas merupakan aspek penting dalam industri manufaktur untuk memastikan produk memenuhi standar sebelum dikirim ke pelanggan. Pada proses Outgoing Quality Control (OQC) produk Dehumidifier, masih ditemukan produk Not Good (NG). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan akar penyebab produk NG, menentukan prioritas risiko kegagalan, serta merumuskan usulan perbaikan. Data penelitian mencakup periode Mei–Juli 2025 dengan total produksi 79.401 unit dan produk NG 466 unit (0,59%). Metode yang digunakan meliputi Diagram Pareto, Diagram Fishbone, dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Hasil Diagram Pareto menunjukkan dua jenis cacat utama, yaitu kerusakan visual (54,51%) dan kebocoran refrigeran (45,49%). Berdasarkan FMEA, nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi diperoleh pada conveyor tidak stabil (RPN 196), operator kurang berpengalaman (RPN 192), pengelasan manual tanpa parameter standar (RPN 160), dan operator kurang teliti (RPN 144). Usulan perbaikan difokuskan pada pemeliharaan preventif conveyor, pelatihan dan pendampingan operator, standardisasi parameter pengelasan, serta penerapan check sheet dan inspeksi berlapis. Hasil ini menegaskan kontribusi metodologis bahwa prioritas pengendalian kualitas pada final gate OQC tidak dapat hanya didasarkan pada frekuensi kecacatan dominan, melainkan harus diprioritaskan pada analisis risiko dampak fungsional produk.
Copyrights © 2026