Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kinerja Mesin Endforming Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Untuk Meningkatkan Produktivitas Di Perusahaan Manufaktur Indonesia Surya Anisa; Gigih Hapsak Pradipto; Hadikristanto Hadikristanto
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kinerja mesin Endforming pada proses produksi komponen part injection kendaraan roda empat di perusahaan manufaktur Indonesia menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Permasalahan yang terjadi pada mesin Endforming adalah tingginya downtime, breakdown machine, serta produk cacat yang menyebabkan target produksi perusahaan belum tercapai secara optimal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data berupa data waktu kerja mesin, downtime, hasil produksi, produk OK, dan produk NG periode Januari sampai Juni 2025. Metode analisis yang digunakan adalah Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu availability ratio, performance efficiency, dan rate of quality product, serta didukung analisis six big losses untuk mengidentifikasi faktor kerugian terbesar pada mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai availability ratio sebesar 82%, performance efficiency sebesar 89%, dan rate of quality product berada di bawah standar ideal akibat masih tingginya produk cacat dan downtime mesin. Nilai rata-rata OEE mesin Endforming sebesar 72%, sehingga belum memenuhi standar ideal OEE menurut Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) sebesar 85%. Faktor yang paling mempengaruhi rendahnya efektivitas mesin adalah breakdown losses dan reduced speed losses yang menyebabkan waktu operasi mesin menurun. Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan perlu meningkatkan kegiatan preventive maintenance, pengawasan proses produksi, serta penerapan Total Productive Maintenance (TPM) secara berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas mesin dan produktivitas produksi.
Analisis Penyebab Keterlambatan Pengiriman Pada Agen Indah Logistik Cargo (ILC) Pilar Menggunakan Metode DMAIC Rachmanda Luthfi Firdaus; Gigih Hapsak Pradipto; Andriani
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1853

Abstract

Keterlambatan pengiriman barang merupakan salah satu permasalahan yang dapat mempengaruhi kualitas layanan dan kepuasan pelanggan pada perusahaan logistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan pengiriman barang serta memberikan usulan perbaikan menggunakan metode DMAIC pada Indah Logistik Cargo (ILC) Pilar. Data penelitian diperoleh dari total pengiriman barang periode Juni hingga November 2025 sebanyak 2.915 pengiriman dengan jumlah keterlambatan sebanyak 356 pengiriman. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) sebesar 122.126 dengan level sigma sebesar 2,66 sigma. Analisis Fishbone menunjukkan bahwa faktor penyebab keterlambatan berasal dari aspek man berupa ketidakhadiran kurir dan penerima tidak berada di tempat, method berupa ketidaksesuaian jadwal armada kapal, machine berupa kendala teknis kendaraan, material berupa kesalahan label barang, serta environment berupa wilayah out delivery area yang sulit dijangkau. Usulan perbaikan yang diberikan meliputi penyediaan backup kurir, sinkronisasi jadwal pengiriman, penerapan preventive maintenance kendaraan, pengecekan label barang secara berkala, serta penggunaan sistem pemetaan logistik digital untuk meningkatkan efektivitas pengiriman barang.
Analisis Penyebab  Produk Not Good (NG) Pada Proses Outgoing Quality  Control (OQC) Menggunakan Metode Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) Di Perusahaan Manufaktur Bidang Elektronik Wakhit Irawan; Gigih Hapsak Pradipto; Agus Andriani
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2220

Abstract

Pengendalian kualitas merupakan aspek penting dalam industri manufaktur untuk memastikan produk memenuhi standar sebelum dikirim ke pelanggan. Pada proses Outgoing Quality Control (OQC) produk Dehumidifier, masih ditemukan produk Not Good (NG). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan akar penyebab produk NG, menentukan prioritas risiko kegagalan, serta merumuskan usulan perbaikan. Data penelitian mencakup periode Mei–Juli 2025 dengan total produksi 79.401 unit dan produk NG 466 unit (0,59%). Metode yang digunakan meliputi Diagram Pareto, Diagram Fishbone, dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Hasil Diagram Pareto menunjukkan dua jenis cacat utama, yaitu kerusakan visual (54,51%) dan kebocoran refrigeran (45,49%). Berdasarkan FMEA, nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi diperoleh pada conveyor tidak stabil (RPN 196), operator kurang berpengalaman (RPN 192), pengelasan manual tanpa parameter standar (RPN 160), dan operator kurang teliti (RPN 144). Usulan perbaikan difokuskan pada pemeliharaan preventif conveyor, pelatihan dan pendampingan operator, standardisasi parameter pengelasan, serta penerapan check sheet dan inspeksi berlapis. Hasil ini menegaskan kontribusi metodologis bahwa prioritas pengendalian kualitas pada final gate OQC tidak dapat hanya didasarkan pada frekuensi kecacatan dominan, melainkan harus diprioritaskan pada analisis risiko dampak fungsional produk.
Analisis Pengiriman Paket Pada Gudang Shoope Express Menggunakan Metode Quality Control Circle Dan 5W+1H Halim Azis; Gigih Hapsak Pradipto; Anita Suri
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i4.2235

Abstract

Shopee Express merupakan salah satu perusahaan jasa pengiriman yang mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya aktivitas jual beli di platform e- commerce. Peningkatan volume pengiriman tersebut berdampak pada tingginya beban operasional di Shopee Express yang dikelola oleh PT.XYZ. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi keterlambatan pengiriman dari cabang hub, kerusakan (damage), dan kehilangan (lost) paket. Serta meningkatnya jumlah claim ganti rugi pelanggan hingga 8% setiap bulan dan hampir 56% dalam 2 bulan terakhir. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis proses pengiriman barang serta mengidentifikasi penyebab utama terjadinya kerusakan paket menggunakan metode Quality Control Circle dan 5W+1H. Metode QCC digunakan untuk memantau, mengendalikan, dan memperbaiki kualitas proses kerja melalui pendekatan siklus PDCA (Plan,Do,Check,Action), sedangkan metode 5W+1H digunakan untuk mentukan langkah tindakan perbaikan secara rinci berdasarkan aspek What, When, Where, Who, Why, dan How. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerusakan paket (damage) disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain penanganan yang kurang hati – hati, kesalahan proses sortir, dan kurangnya pengawasan pada tahap pengiriman.