Sebagai bagian dari tanggung jawab nya, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak bertanggung jawab untuk menyediakan air bersih dengan tekanan stabil melalui jaringan distribusi. Namun, karena pengukuran tekanan air masih dilakukan secara manual dengan cara mencatat setiap 1 jam, ada kemungkinan terlewat waktu dan perbedaan data antara petugas dan sensor yang tertanam di instalasi. Selain itu, pemantauan sensor yang tertanam hanya dapat dilakukan melalui jaringan lokal, yang membatasi akses ke pemantauan jarak jauh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sensor tekanan air dan manometer memiliki hasil pengukuran yang berbeda, serta tingkat akurasi sistem pemantauan yang dibangun. Sistem menggunakan Arduino Uno untuk menerima pembacaan sensor tekanan air dan NodeMCU ESP32 untuk mengirimkan data ke MySQL melalui internet, kemudian website menampilkan data secara realtime. Pengujian dilakukan di Resiskom UNTAN dalam waktu 2 x 15 menit dan di PERUMDA Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak dalam waktu 6 x 24 jam. Pada pengujian menggunakan sensor dan metode manual menunjukkan bahwa sensor memiliki tekanan rata-rata 2,1008 bar dan manometer memiliki tekanan rata-rata 2,3108 bar. Akurasi sistem 90,30% pada kondisi pelan, 90,33% pada kondisi sedang di Resiskom UNTAN, dan 91,07% di PERUMDA menunjukkan konsistensi dan stabilitas sistem.
Copyrights © 2026