Cancer is one of the leading causes of morbidity and mortality among older adults. The risk of malignancy increases with advancing age due to the accumulation of genetic damage, impaired DNA repair mechanisms, and age-related decline in immune function. Nevertheless, many cancers in older adults are diagnosed at advanced stages because of nonspecific clinical manifestations and limited participation in screening programs. This community service program aimed to facilitate the early detection of malignancy risk through carcinoembryonic antigen (CEA) screening combined with community-based health education. The program was conducted using the Plan–Do–Check–Act (PDCA) approach, encompassing biomarker screening, health education, evaluation, and appropriate follow-up. A total of 38 older adults with a mean age of 77.29±7.49 years participated, including 29 women (76.3%) and 9 men (23.7%). Blood samples were collected to assess CEA levels, a biomarker associated with several types of malignancies. The results demonstrated that all participants (100%) had negative CEA findings, and no positive cases were identified. These findings indicate the absence of elevated CEA levels suggestive of malignancy based on the parameter assessed at the time of screening. In addition, participants received education regarding cancer risk factors, the importance of early detection, warning signs of malignancy, and healthy lifestyle practices. This program demonstrates that community-based CEA screening may support health promotion and preventive efforts by improving cancer awareness and facilitating early identification of individuals at potential risk for malignancy among older adults. Abstrak Kanker merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada populasi lansia. Risiko keganasan meningkat seiring bertambahnya usia akibat akumulasi kerusakan genetik, penurunan mekanisme perbaikan DNA, serta perubahan fungsi sistem imun yang terjadi selama proses penuaan. Namun, banyak kasus kanker pada lansia terdiagnosis pada stadium lanjut karena gejala yang tidak spesifik dan rendahnya partisipasi dalam program skrining. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan deteksi dini risiko keganasan melalui pemeriksaan carcinoembryonic antigen (CEA) yang dikombinasikan dengan edukasi kesehatan berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA) yang mencakup skrining biomarker, penyuluhan kesehatan, evaluasi hasil, dan tindak lanjut sesuai kebutuhan peserta. Sebanyak 38 lansia dengan rerata usia 77,29±7,49 tahun mengikuti kegiatan, terdiri atas 29 perempuan (76,3%) dan 9 laki-laki (23,7%). Pemeriksaan dilakukan menggunakan sampel darah vena untuk menilai kadar CEA sebagai biomarker yang berkaitan dengan berbagai jenis keganasan. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta (100%) memiliki hasil CEA negatif dan tidak ditemukan peserta dengan hasil positif. Temuan ini menunjukkan tidak adanya peningkatan kadar CEA yang mengarah pada kecurigaan proses keganasan berdasarkan parameter yang diperiksa pada saat kegiatan berlangsung. Selain pemeriksaan laboratorium, peserta memperoleh edukasi mengenai faktor risiko kanker, pentingnya deteksi dini, gejala yang perlu diwaspadai, serta penerapan gaya hidup sehat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa skrining CEA berbasis komunitas dapat mendukung upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan serta deteksi dini risiko keganasan pada lansia.
Copyrights © 2026