Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights
Vol. 2 No. 2 (2026): Science for a better life

Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Larva (BSF) di Padukuhan Sorogenen 2, Yogyakarta

Muhammad Khadafi Alghani (Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Indonesia)
Reva Zafira (Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Indonesia)
Reasa Fadhila Eryandini (Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Indonesia)
Yasmin (Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
25 Sep 2026

Abstract

Permasalahan akumulasi sampah organik rumah tangga merupakan salah satu tantangan dalam pengelolaan lingkungan yang membutuhkan pendekatan berkelanjutan. Salah satu alternatif yang dikembangkan adalah biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF), yang tidak hanya berpotensi mengurangi timbulan sampah organik, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi melalui pemanfaatan larva sebagai pakan ternak. Namun, keberhasilan penerapan teknologi tersebut tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh tingkat persepsi, penerimaan, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini mengidentifikasi permasalahan terkait tingkat penerimaan masyarakat, persepsi terhadap manfaat dan dampak lingkungan, efektivitas pengurangan sampah, serta keberlanjutan pengelolaan program berbasis komunitas di Padukuhan Sorogenen, Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan pada April 2026 dengan melibatkan 22 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara dengan masyarakat serta pengelola TPS3R. Persepsi masyarakat dianalisis menggunakan skala Likert melalui lima indikator, yaitu manfaat budidaya maggot, tingkat persetujuan, gangguan lingkungan, pengurangan sampah organik, dan pengelolaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata indeks persepsi masyarakat mencapai 94,73% (mean 4,74) dan termasuk kategori sangat baik. Indikator pengurangan sampah organik memperoleh nilai tertinggi sebesar 97,27%, sedangkan tingkat persetujuan terhadap budidaya maggot menjadi indikator terendah sebesar 92,73%. Hasil tersebut menunjukkan adanya penerimaan masyarakat yang sangat baik terhadap pengelolaan sampah organik berbasis BSF serta adanya manfaat ekologis dan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Namun, keberlanjutan program masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan informasi dan sosialisasi berkala yang dapat memengaruhi konsistensi partisipasi masyarakat. Penelitian merekomendasikan penguatan edukasi dan sosialisasi teknis secara berkala, pemerataan distribusi bibit BSF, serta peningkatan koordinasi antar-pihak untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

Nexus

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Earth & Planetary Sciences Energy

Description

Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights E- ISSN 3123-4186 focuses on publishing research in the field of Science and Technology, encompassing both basic and applied sciences. This journal facilitates scientific work oriented towards knowledge development, technological innovation, and the ...