Industri pakaian olahraga saat ini didominasi oleh fenomena konsumerisme simbolik dan logomania, di mana konsumen cenderung mengandalkan identitas merek yang mencolok sebagai validasi status sosial. Hal ini memicu kejenuhan visual bagi segmen audiens yang lebih progresif dan matang secara psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang identitas visual merek TANAM SPORTSWEAR dengan pendekatan quiet luxury dan invisible branding (tanpa logo luar) sebagai solusi antitesis terhadap budaya pamer merek. Metode perancangan menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka kerja Alina Wheeler, yang meliputi fase riset, klarifikasi strategi, perancangan identitas, pengembangan titik sentuh, dan manajemen aset. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan audit visual kompetitor untuk memastikan validitas strategi. Hasil perancangan menunjukkan bahwa ketiadaan logo di bagian luar pakaian menuntut penguatan identitas visual pada titik sentuh sekunder, seperti kemasan premium (apparel box), hangtag berbahan tebal dengan teknik blind deboss, serta label internal tagless yang disablon langsung. Penggunaan palet warna monokromatik (Onyx Black dan Absolute White) dengan aksen Neon Green terbukti efektif membangun kesan eksklusivitas dan modern. Kesimpulannya, perancangan ini berhasil menciptakan identitas merek yang tangguh dan elegan, di mana fokus komunikasi dialihkan sepenuhnya kepada kualitas material serta pencapaian fisik pemakainya sebagai pahlawan utama, sekaligus memicu promosi organik melalui pengalaman unboxing yang estetis.
Copyrights © 2026