Perdagangan internasional memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, di mana neraca perdagangan mencerminkan kemampuan negara untuk menghasilkan pendapatan dari ekspor. Secara historis, ekspor minyak dan gas merupakan tulang punggung perekonomian, tetapi ketergantungan pada sektor ini telah menurun karena cadangan yang menipis dan fluktuasi harga energi global. Sebaliknya, ekspor non-minyak dan gas menunjukkan tren positif dan semakin mendominasi struktur ekspor nasional. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai ekspor minyak dan gas serta nilai ekspor non-minyak dan gas terhadap neraca perdagangan Indonesia selama periode 2022-2025. Dengan menggunakan pendekatan kausal asosiatif kuantitatif, penelitian ini memanfaatkan data deret waktu sekunder bulanan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan 48 observasi per variabel yang dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Regresi linier berganda disertai dengan uji asumsi klasik digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor minyak dan gas sebagian tidak memiliki pengaruh signifikan (sig. 0,626 > 0,05), sedangkan ekspor non-minyak dan gas sebagian memiliki pengaruh positif yang signifikan (sig. 0,000 < 0,05). Secara bersamaan, kedua variabel tersebut secara signifikan memengaruhi neraca perdagangan.
Copyrights © 2026