Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber daya cadangan berbasis Automatic Transfer Switch (ATS) untuk mengamankan proses penyimpanan data komputer kantor saat terjadi pemadaman listrik dari PLN. Sistem yang dirancang terdiri atas panel surya, baterai, Solar Charge Controller (SCC), inverter, ATS, relay, serta beban berupa komputer kantor. Mekanisme ATS diterapkan untuk melakukan perpindahan sumber daya secara otomatis dari jaringan PLN ke sistem PLTS ketika terjadi pemadaman, sehingga kontinuitas suplai listrik tetap terjaga tanpa memerlukan pengoperasian secara manual. Pengujian dilakukan terhadap performa panel surya, waktu perpindahan sumber daya, lama backup, serta perbandingan kinerja PLTS dengan genset sebagai sumber daya cadangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan keluaran panel surya berada pada rentang 26,8–35,6 V, dengan daya maksimum mencapai 180,2 W pada pukul 12.00 WIB. Sistem ATS mampu melakukan perpindahan sumber daya dari PLN ke PLTS dengan jeda suplai sebesar 7–16 ms, sedangkan perpindahan menggunakan genset memerlukan waktu 8,5–15,2 detik. Lama backup sistem PLTS berkisar antara 1,17–1,19 jam, sedangkan genset mampu memberikan backup selama 1,20–1,30 jam. Selain itu, penggunaan PLTS tidak menghasilkan kebisingan maupun emisi, berbeda dengan genset yang menghasilkan tingkat kebisingan sebesar 82,8–88,6 dB selama pengoperasian. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sistem PLTS berbasis ATS mampu menjaga kontinuitas suplai listrik sehingga proses penyimpanan data pada komputer kantor tetap berlangsung dengan aman saat terjadi pemadaman PLN. Sistem yang dikembangkan juga memberikan solusi sumber daya cadangan yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan layak diterapkan pada lingkungan perkantoran.
Copyrights © 2026