Abstract: Waste dumps pose a significant environmental challenge in urban areas, such as Jakarta. Remote sensing provides an efficient and cost-effective approach for identifying waste accumulation sites. This study aimed to identify waste dump sites using open-source remote sensing data by integrating greenhouse gas indicators and vegetation indices. The Landsat 8, Sentinel-2, Sentinel-3, OCO-2 GEOS Level 3, and Sentinel-5P TROPOMI data were utilised to derive the Normalised Difference Vegetation Index (NDVI), Land Surface Temperature (LST), methane (CH4), and carbon dioxide (CO2). The Bantar Gebang Final Disposal Site was selected as the study area. The vegetation in this area was classified as class 5, indicating minimal vegetation presence. The deterioration in vegetation health is attributed to leachate infiltration into the soil and groundwater, subsequently absorbed by plants. Concurrently, the temperature ranges from a minimum of 43°C to a maximum of 63°C, exceeding that of the surrounding regions. The waste decomposition process is responsible for the elevated LST at the site. Methane (CH4) and carbon dioxide (CO2) concentration measurements revealed methane levels at 1,948 ppb and carbon dioxide levels between 413.617 ppm and 415.96 ppm. The rise in CO2 levels is associated with a decline in vegetation index values, which impairs photosynthesis. These values are influenced by meteorological conditions. Verification was conducted using high-resolution aerial photographs to provide a real-color visualisation of field conditions. Further research is necessary to accurately identify waste accumulation points at various scales or sizes. Abstrak: Tumpukan sampah merupakan salah satu tantangan lingkungan yang dihadapi pada wilayah perkotaan seperti Jakarta. Identifikasi tumpukan sampah dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan penginderaan jauh. Hal ini dikarenakan pendekatan ini lebih efisien karena lebih murah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tumpukan sampah dengan mengintegrasikan indikator gas rumah kaca dan indeks vegetasi. Penelitian ini menggunakan data Landsat 8, Sentinel-2, Sentinel-3, OCO-2 GEOS Level 3, dan Sentinel-5P TROPOMI untuk menghasilkan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Land Surface Temperature (LST), metana (CH₄), dan karbon dioksida (CO₂). Fokus lokasi penelitian ini adalah tempat pembuangan sampah Bantar Gebang sebagai lokasi akumulasi sampah di Jakarta. Kondisi vegetasi pada area tersebut berada pada kelas 5 (lima) dengan kriteria very little vegetation. Penurunan kesehatan vegetasi dipicu oleh air lindih yang meresap ke dalam tanah dan air tanah yang kemudian diserap oleh tanaman. Sementara temperaturenya adalah minimal 43°C dan maksimal 63°C, lebih tinggi dibandingkan dengan area sekitarnya. Proses dekomposisi pada sampah menjadi penyebab peningkatan LST pada lokasi penelitian. Hasil pengukuran konsentrasi metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2) diperoleh nilai konsentrasi metana sebesar 1.948 ppb dan karbon dioksida sebesar 413,617 ppm – 415,96 ppm. Peningkatan nilai CO2 berkaitan dengan penurunan nilai indeks vegetasi yang menurunkan proses fotosintesis. Nilai-nilai tersebut dikontrol oleh kondisi meteorologi. Verifikasi dilakukan dengan menggunakan foto udara resolusi tinggi untuk menunjukkan visualisasi warna nyata kondisi lapangan. Penelitian ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut untuk dapat menentukan titik-titik tumpukan sampah secara presisi pada berbagai skala atau luasan tumpukan sampah.
Copyrights © 2026