ABSTRACT Scientific literacy in physics education is not limited to conceptual mastery but also encompasses students’ ability to explain phenomena, conduct investigations, and use scientific data and evidence to construct understanding. These challenges were still identified among students at SMA Negeri 1 Kuta Baro; therefore, this study examined the effect of the guided inquiry learning model on students’ scientific literacy. The study was conducted from September 23 to October 20, 2025, using a quantitative approach with a quasi-experimental method and a non-equivalent control group design. A total of 48 students participated and were divided equally into an experimental group and a control group, with 24 students in each group. Data were collected through a scientific literacy test administered before and after the learning process and subsequently analyzed using descriptive statistics, normality and homogeneity tests, and an independent samples t-test at a significance level of 0.05. The experimental group, which received guided inquiry instruction, achieved a post-test mean score of 85.20, whereas the control group obtained a mean score of 58.20. Statistical testing produced a calculated t value of 10.08, exceeding the critical t value of 2.01 at df = 46. These findings confirm that guided inquiry learning significantly affects students’ scientific literacy and produces higher achievement than the learning approach implemented in the control group. This model may serve as an alternative approach to physics instruction by encouraging students’ active engagement in scientific inquiry and the use of scientific evidence. ABSTRAK Kemampuan literasi sains dalam pembelajaran fisika tidak hanya berkaitan dengan penguasaan konsep, tetapi juga dengan kecakapan peserta didik dalam menjelaskan fenomena, melakukan penyelidikan, serta menggunakan data dan bukti ilmiah untuk membangun pemahaman. Persoalan tersebut masih ditemukan pada siswa SMA Negeri 1 Kuta Baro, sehingga penelitian ini diarahkan untuk menguji pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan literasi sains siswa. Penelitian dilaksanakan pada 23 September–20 Oktober 2025 menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode quasi experiment dengan desain non-equivalent control group design. Sebanyak 48 siswa terlibat dalam penelitian dan dibagi ke dalam kelompok eksperimen serta kelompok kontrol, masing-masing terdiri atas 24 siswa. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan literasi sains yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Rata-rata kemampuan literasi sains akhir pada kelompok yang memperoleh pembelajaran inkuiri terbimbing mencapai 85,20, sedangkan kelompok kontrol memperoleh rata-rata 58,20. Pengujian statistik menghasilkan nilai thitung sebesar 10,08 yang melampaui ttabel sebesar 2,01 pada df = 46. Temuan tersebut menegaskan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan literasi sains dan menghasilkan capaian yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran yang diterapkan pada kelompok kontrol. Model ini dapat menjadi alternatif pembelajaran fisika untuk mendorong keterlibatan siswa dalam proses penyelidikan dan penggunaan bukti ilmiah.
Copyrights © 2026