ABSTRAKPernikahan usia dini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap kesehatan reproduksi remaja, peningkatan risiko komplikasi kehamilan, serta kualitas hidup di masa mendatang. Kondisi tersebut masih dijumpai di wilayah kerja Puskesmas Kesugihan II Kabupaten Cilacap sehingga diperlukan upaya promotif yang inovatif melalui pemanfaatan media digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, self-efficacy, dan intensi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) pada remaja melalui pendidikan kesehatan reproduksi berbasis digital menggunakan aplikasi SAHARA (Sahabat Remaja Sehat dan Berencana). Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 02 Juli 2026 di Bali Desa Kalisabuk dengan melibatkan 20 remaja berusia 10–18 tahun. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan pemberian pretest, pendidikan kesehatan reproduksi, demonstrasi penggunaan aplikasi, diskusi interaktif, konseling kelompok, serta post test. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, self-efficacy, dan dukungan teman sebaya peserta sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Hasil kegiatan menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 16,00 menjadi 16,25, self-efficacy meningkat dari 34,05 menjadi 34,60, sedangkan dukungan teman sebaya meningkat dari 34,45 menjadi 35,9. Pada variabel sikap terjadi perubahan yang sangat kecil, yaitu dari 47,25 menjadi 47,30, sehingga secara deskriptif menunjukkan skor yang relatif tetap setelah intervensi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi pendidikan kesehatan reproduksi dengan media digital berpotensi menjadi strategi promotif yang efektif dalam mendukung program Pendewasaan Usia Perkawinan serta pencegahan perkawinan usia dini pada remaja.Kata kunci: Kesehatan reproduksi; Remaja; Media digital; SAHARA. ABSTRACTEarly marriage remains a public health issue affecting adolescent reproductive health, increasing the risk of pregnancy complications, and impacting future quality of life. This issue persists in the service area of the Kesugihan II Community Health Center (Puskesmas) in Cilacap Regency, necessitating innovative health promotion efforts that utilize digital media. This community service initiative aimed to enhance adolescents' knowledge, attitudes, self-efficacy, and intentions regarding the "Maturation of Marriage Age" (PUP) through digital-based reproductive health education using the SAHARA (*Sahabat Remaja* / Adolescent Friend) application. The activity took place on Thursday, July 2, 2026, at the Kalisabuk Village Hall, involving 20 adolescents aged 10–18. The implementation process comprised a pre-test, reproductive health education, an application usage demonstration, interactive discussions, group counseling, and a post-test. Evaluation was conducted using pre- and post-tests to assess participants' knowledge levels, attitudes, self-efficacy, and peer support before and after the intervention. Results showed that the mean knowledge score rose from 16.00 to 16.25, self-efficacy increased from 34.05 to 34.60, and peer support increased from 34.45 to 35.90. Regarding attitudes, there was a negligible change—shifting from 47.25 to 47.30—indicating that the score remained relatively stable following the intervention. This activity demonstrates that integrating reproductive health education with digital media holds potential as an effective promotional strategy to support the Maturation of Marriage Age program and prevent early marriage among adolescents.Keywords: Reproductive health; Adolescents; Digital media; SAHARA.
Copyrights © 2026