Permasalahan kemasan yang kurang menarik dan belum memiliki identitas produk menjadi salah satu kendala dalam pengembangan Eco Enzyme yang diproduksi oleh kelompok PKK Desa Mojoarum, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat produk Eco Enzyme melalui rebranding kemasan untuk meningkatkan daya tarik, nilai tambah, serta mendukung konsumsi berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan identifikasi permasalahan, perencanaan rebranding, pembuatan kemasan, implementasi, evaluasi, dan analisis data. Data diperoleh melalui observasi, diskusi, dokumentasi, serta pendampingan bersama kelompok PKK selama pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada identitas visual produk, meliputi penggunaan nama merek Arum Sari, logo, label yang lebih informatif, QR Code, serta penggantian kemasan menjadi lebih higienis dan seragam. Rebranding juga meningkatkan pemahaman mitra mengenai pentingnya branding, legalitas usaha, dan strategi pemasaran produk. Selain memperkuat citra produk, kemasan baru memberikan nilai tambah serta meningkatkan kesiapan produk untuk dipasarkan kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan demikian, rebranding kemasan menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat identitas produk Eco Enzyme sekaligus mendukung konsumsi berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2026