Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pergeseran pembelajaran matematika dari sekadar penghafalan prosedur dan rumus menuju pemahaman konseptual yang mendalam, bermakna, dan kontekstual. Namun, pembelajaran materi barisan geometri pada jenjang SMA Fase E masih sering disajikan secara prosedural. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mendeskripsikan kelayakan arsitektur desain pembelajaran matematika yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Deep Learning (mindful, meaningful, dan joyful learning) ke dalam sintaks Case-Based Learning (CBL) pada materi Barisan Geometri. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) menggunakan model 4D yang dibatasi hingga tahap Develop (preliminary development study). Produk yang dikembangkan meliputi framework desain pembelajaran, sintaks integratif, deskripsi aktivitas guru-murid, dan modul ajar berbasis kasus. Kelayakan produk diukur melalui uji validasi teoretis (expert review) oleh ahli materi matematika dan ahli desain pembelajaran. Data dikumpulkan menggunakan lembar validasi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif serta kuantitatif. Hasil penelitian menghasilkan arsitektur desain pembelajaran 5 fase yang mengintegrasikan Deep Learning dengan Case-Based Learning (DL-CBL), dan terbukti secara teoretis memenuhi kriteria validitas isi dan konstruk. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis desain instruksional yang siap diimplementasikan oleh guru untuk memfasilitasi pemahaman mendalam murid pada materi matematika SMA.
Copyrights © 2026