The ancient body tattooing tradition (knire') of the Lamaholot community in Bantala Village embodies local wisdom rich in spiritual and social values, yet it faces the threat of cultural erosion amidst rapid modernization. This study aims to analyze the sign structures and decode the symbolic meanings of thirteen knire' motifs using Roland Barthes' semiotic framework. A descriptive qualitative method was employed, involving eight key informants comprising customary elders (tua lewo), traditional tattoo practitioners (ata knire'), and community elders selected via purposive sampling. Data collection was carried out from July to September 2025 through participant observation, in-depth interviews, and visual documentation of body motifs. Data analysis proceeded through identifying signifiers and signifieds to formulate denotative, connotative, and cultural myth meanings. The findings revealed thirteen traditional knire' motifs categorized into three core philosophical value clusters: spiritual-cosmological values (petala, wula, kiring kele), social order and kinship values (knire' lema, kener telo, keniren telo, sulur), and moral ethics and survival resilience values (liman bolak, kolo matan, wato maing, wua matan, kapireng lere, ue meta). These symbolic meanings confirm that knire' serves as a cultural text denoting social maturity and communal identity among the Lamaholot people. ABSTRAK Tradisi rajah tubuh kuno (knire') pada masyarakat Lamaholot di Desa Bantala merekam kearifan lokal yang sarat nilai spiritual dan sosial, namun kini mulai terancam punah seiring derasnya modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur tanda dan membongkar makna simbolik tiga belas motif knire' melalui kerangka semiotika berjenjang Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan delapan orang informan kunci yang terdiri atas pemangku adat (tua lewo), penato tradisional (ata knire'), dan tokoh masyarakat yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi visual terhadap motif rajah tubuh pada periode Juli hingga September 2025. Analisis data dilakukan melalui identifikasi penanda (signifier) dan petanda (signified) guna merumuskan makna denotasi, konotasi, serta mitos kultural. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga belas motif tradisional knire' yang terbagi ke dalam tiga gugus nilai filosofis utama, yaitu nilai spiritual-kosmologis (petala, wula, kiring kele), nilai keteraturan sosial dan kekerabatan (knire' lema, kener telo, keniren telo, sulur), serta nilai etika moral dan ketahanan hidup (liman bolak, kolo matan, wato maing, wua matan, kapireng lere, ue meta). Makna simbolik tersebut menegaskan bahwa knire' berfungsi sebagai teks kultural penanda kedewasaan sosial dan identitas komunal masyarakat Lamaholot.
Copyrights © 2026