Jurnal Kawistara
Vol 16, No 2 (2026)

Homofobia dan Dekolonisasi di Tengah Masyarakat Islam Senegal dari Perspektif Queer Global South dalam Novel De Purs Hommes

Muhammad Zaki Ramadhan (Universitas Gadjah Mada)
Merry ANDRIANI (FIB - Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

ABSTRACT Homophobia is a major issue in many communities, particularly within Islamic society in Senegal as depicted in Mohamed Mbougar Sarr’s novel De purs hommes (2018). The novel portrays violence against the corpse of a man suspected of being homosexual in Senegal—his body is exhumed and dragged by a motorbike through a crowd filled with hatred toward those perceived as homosexual. This article aims to examine the relationship between religious authority and moral frameworks in producing strong homophobia within society, and to show how the novel serves as a critique of decolonization that legitimizes homophobia in Senegal. To analyze this phenomenon, the study employs Rahul Rao’s Queer Global South approach. This research is based on a qualitative method and is divided into two parts. First, the article investigates forms of homophobic narratives through the lens of Islamic religious authority and morality. Second, it examines decolonization discourse as a form of nationalism used to oppose queer identities on the grounds that homosexuality is not part of “African values.” The study concludes that religion, through its authority and moral force, plays a major role in shaping homophobia within Senegalese society. This influence is evident in the reinforcement of heteronormative norms through institutional power and through the social internalization of Islamic moral viewpoints. Additionally, the study shows how the novel functions as a critique of decolonization, which can paradoxically legitimize homophobia in Senegal.ABSTRAK Homofobia merupakan persoalan besar dalam banyak kelompok masyarakat, terutama masyarakat Islam di Senegal seperti yang dikisahkan dalam novel De purs hommes (2018) karya Mohamed Mbougar Sarr. Novel ini menggambarkan kekerasan terhadap mayat pria yang diduga homoseksual di Senegal, mayat tersebut digali dan ditarik menggunakan motor oleh kerumunan yang penuh kebencian terhadap orang yang diduga homoseksual. Artikel ini bertujuan untuk menelaah keterkaitan antara otoritas dan moralitas agama dalam menciptakan homofobia yang kuat di tengah masyarakat serta menunjukan bagaimana novel ini merupakan bentuk kritik dari dekolonisasi yang melegitimasi homofobia di Senegal. Untuk menganalisis fenomena tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan Queer Global South dari Rahul Rao. Penelitian ini bertumpu pada metode kualitatif dalam dua bagian. Pertama, artikel ini melihat bentuk narasi homofobia melalui kacamata otoritas dan moralitas agama Islam. Kedua, artikel ini melihat wacana dekolonisasi sebagai bentuk nasionalisme yang digunakan untuk melawan identitas queer dengan alasan bahwa homoseksual bukan merupakan nilai-nilai Afrika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel De purs hommes memberikan ilustrasi tentang bagaimana agama, melalui otoritas dan moralitasnya, berperan besar dalam membentuk homofobia di masyarakat Senegal. Peran ini tampak dalam penguatan norma heteronormatif melalui kekuasaan institusional dan internalisasi sosial yang didasarkan pada pandangan agama Islam. Selain itu, studi ini juga menunjukkan bagaimana novel tersebut berfungsi sebagai kritik terhadap dekolonisasi yang justru dapat melegitimasi homofobia di Senegal.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kawistara

Publisher

Subject

Humanities Decision Sciences, Operations Research & Management Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal Kawistara aims to explore elements of Indonesian culture and society by publication of research findings and scientific innovations that are practically relevance for the preservation of local culture, environmental sustainability, social cohesion and community welfare. Jurnal Kawistara seeks ...