PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Vol. 6 No. 4 (2026)

HUBUNGAN PERILAKU PHUBBING DENGAN KEBERFUNGSIAN KELUARGA PADA REMAJA YANG TINGGAL SERUMAH

Ghifani Rahma Ardian (Program Studi Psikologi, Universitas Negeri Surabaya)
Ellyana Ilsan Eka Putri (Program Studi Psikologi, Universitas Negeri Surabaya)



Article Info

Publish Date
02 Oct 2026

Abstract

ABSTRACT The widespread use of smartphones has given rise to the phenomenon of phubbing within family settings, referring to the behavior of ignoring a person during an interaction by focusing attention on a smartphone. Such behavior is related to communication barriers and closely linked to family functioning, particularly among adolescents who are undergoing social and emotional development. This study aimed to examine the relationship between phubbing behavior and family functioning among adolescents living with their families. A quantitative approach with a correlational design was employed, involving 155 respondents aged 12–22 years who lived with their families, actively used smartphones during interactions with family members, and were selected through purposive sampling. The results showed a negative relationship between phubbing behavior and family functioning (r = -0.389, p < 0,001), indicating that respondents with higher phubbing scores tended to have lower family functioning scores. Descriptive analysis showed that the majority of respondents were in the moderate category for both variables. Analysis of the dimensions revealed that problem acknowledgement had the highest mean per item for phubbing behavior, whereas communication had the lowest mean per item for family functioning. These findings indicate that although adolescents' awareness of the negative effects of phubbing was relatively high, the behavior persisted and was associated with a gradual decline in family functioning, particularly through disruptions in face-to-face communication, while rarely triggering open conflict within the family. Furthermore, the findings suggest that the dangers of phubbing is not determined solely by the quantity of smartphone use but rather by emotional sensitivity in the form of feelings of being ignored within a collectivist cultural context. ABSTRAK Tingginya penggunaan smartphone menghadirkan fenomena phubbing dalam lingkungan keluarga, yaitu perilaku mengabaikan lawan bicara dengan memusatkan perhatian pada smartphone. Perilaku tersebut berkaitan dengan hambatan komunikasi dan memiliki keterkaitan erat dengan keberfungsian keluarga, khususnya remaja yang berada pada tahap perkembangan sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku phubbing dengan keberfungsian keluarga pada remaja yang tinggal serumah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 155 responden berusia 12–22 tahun tinggal bersama keluarga, aktif menggunakan smartphone saat berinteraksi dengan anggota keluarga, dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif perilaku phubbing dengan keberfungsian keluarga (r = -0,389; p < 0,001) yang berarti responden dengan skor perilaku phubbing yang lebih tinggi memiliki skor keberfungsian keluarga yang lebih rendah. Analisis deskriptif menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori tingkat sedang untuk kedua variabel. Analisis per dimensi variabel mengungkapkan bahwa dimensi problem acknowledgement pada perilaku phubbing memperoleh rerata tertinggi, sedangkan dimensi communication memperoleh rerata rendah pada keberfungsian keluarga. Bersamaan dengan ditemukannya hubungan negatif antara kedua variabel, temuan tersebut mengindikasikan bahwa kesadaran remaja terhadap dampak phubbing relatif tinggi, namun perilaku tersebut tetap terjadi dan beriringan dengan mengikisnya keberfungsian keluarga secara perlahan melalui terganggunya komunikasi tatap muka, sekaligus minim memicu pertengkaran terbuka di dalam keluarga. Selain itu, temuan ini menegaskan bahwa bahaya phubbing bukan sekadar ditentukan oleh kuantitas penggunaan smartphone, melainkan oleh sensitivitas emosional berupa perasaan diabaikan dalam konteks budaya kolektivisme.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

paedagogy

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences Other

Description

PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and ...