ABSTRACT Problematic smartphone use (PSU) has emerged as an important concern among adolescents and young adults due to its association with various psychological and social outcomes. This literature review aimed to synthesize empirical findings on the relationship between family dynamics and PSU among Generation Z. The review was conducted using Google Scholar, Scopus, and Taylor & Francis databases. Of the 2,908 articles identified, 21 met the inclusion criteria and were analyzed thematically. The synthesis identified four main themes: family cohesion and relationship quality, dysfunctional family dynamics, psychological mechanisms, and emotional compensation and coping strategies. Positive family relationships were associated with lower levels of PSU. In contrast, family dysfunction and conflict, parental phubbing, parental psychological control, and negative parenting practices were associated with increased PSU risk. These relationships were associated with psychological factors, including loneliness, social anxiety, depression, fear of missing out, self-esteem, self-control, and psychological need frustration. These findings indicate that PSU should be understood as a phenomenon related to family relationship quality and psychological dynamics. These findings highlight the potential relevance of strengthening family communication, emotional support, and parent-child relationships in efforts to prevent PSU. ABSTRAK Penggunaan smartphone yang bermasalah (PSU) telah muncul sebagai perhatian penting di kalangan remaja dan dewasa muda karena kaitannya dengan berbagai dampak psikologis dan sosial. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mensintesis temuan empiris mengenai hubungan antara dinamika keluarga dan PSU pada Generasi Z. Tinjauan dilakukan melalui basis data Google Scholar, Scopus, dan Taylor & Francis. Dari 2.908 artikel teridentifikasi, sebanyak 21 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil sintesis mengidentifikasi empat tema utama, yaitu kohesivitas keluarga dan kualitas hubungan, dinamika keluarga disfungsional, mekanisme psikologis, serta kompensasi emosional dan strategi koping. Kualitas hubungan keluarga positif berkaitan dengan tingkat PSU yang lebih rendah. Sebaliknya, disfungsi dan konflik keluarga, parental phubbing, kontrol psikologis orang tua, serta pengasuhan negatif berkaitan dengan risiko PSU. Hubungan-hubungan ini dikaitkan dengan faktor psikologis, termasuk kesepian, kecemasan sosial, depresi, ketakutan kehilangan sesuatu, harga diri, pengendalian diri, dan frustrasi atas kebutuhan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa PSU perlu dipahami sebagai fenomena yang berkaitan dengan kualitas relasi keluarga dan dinamika psikologis. Temuan ini menyoroti potensi relevansi penguatan komunikasi keluarga, dukungan emosional, dan hubungan orang tua-anak dalam upaya mencegah PSU.
Copyrights © 2026