ABSTRACT For early adolescents, smoking may become part of social life before it is understood as a personal choice. Close interactions with family members and peers, experiences of receiving invitations to smoke, and observations of influential figures provide the social context for examining how smoking acquires meaning and gradually becomes perceived as ordinary. This qualitative study employed an interpretive phenomenological design involving seven early adolescents who had smoked and been exposed to smoking behavior within their family and peer environments. Participants were selected through purposive sampling, while data were collected through semi-structured interviews and analyzed thematically. Five themes captured these experiences: normalization of smoking through family and social environments, peer conformity, social modeling by influential figures, social identity and group acceptance, and the meaning of smoking as a way of coping with emotional pressure and maintaining social relationships. Smoking became increasingly familiar when repeatedly encountered in everyday social interactions, while peer pressure, concerns about being different, and the need for acceptance shaped participants’ experiences. The use of smoking to cope with emotional pressure was identified in only one participant and therefore was not generalized. These findings suggest that school-based Guidance and Counseling services should address peer pressure, social relationships, family communication, and adolescents’ ways of coping with emotional pressure. ABSTRAK Bagi remaja awal, merokok dapat hadir sebagai bagian dari kehidupan sosial sebelum perilaku tersebut dipahami sebagai pilihan pribadi. Kedekatan dengan anggota keluarga dan teman sebaya, pengalaman menerima ajakan, serta pengamatan terhadap figur yang dianggap berpengaruh menjadi konteks yang ditelusuri untuk memahami bagaimana perilaku merokok memperoleh makna dan menjadi sesuatu yang dianggap biasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif terhadap tujuh remaja awal yang pernah merokok dan mengalami paparan perilaku merokok di lingkungan keluarga maupun teman sebaya. Partisipan ditentukan melalui purposive sampling, dengan data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik. Lima tema menggambarkan pengalaman tersebut, meliputi normalisasi melalui keluarga dan lingkungan sosial, konformitas teman sebaya, pemodelan sosial dari figur berpengaruh, identitas sosial dan penerimaan kelompok, serta pemaknaan rokok dalam menghadapi tekanan emosional dan mempertahankan relasi. Rokok menjadi semakin familiar ketika hadir berulang dalam interaksi sosial, sementara tekanan kelompok, kekhawatiran untuk berbeda, dan kebutuhan akan penerimaan turut mewarnai pengalaman partisipan. Pemanfaatan rokok untuk menghadapi tekanan emosional hanya ditemukan pada satu partisipan sehingga tidak digeneralisasikan. Temuan ini mengarahkan layanan Bimbingan dan Konseling untuk memberi perhatian pada tekanan teman sebaya, relasi sosial, komunikasi keluarga, dan cara remaja menghadapi tekanan emosional.
Copyrights © 2026