Peningkatan aktivitas digital pasca-2020 telah memperluas permukaan serangan siber dan memperbesar risiko gangguan terhadap infrastruktur jaringan, terutama pada lingkungan institusional yang bergantung pada layanan cloud, IoT, serta sistem kerja jarak jauh. Kondisi ini membuat teknik deteksi anomali berbasis aturan tradisional semakin kurang efektif karena tidak mampu mengenali pola serangan baru yang bersifat dinamis dan kompleks. Artikel ini membahas perancangan sistem pendeteksi anomali jaringan berbasis ChatGPT sebagai representasi model kecerdasan buatan generasi baru yang mengintegrasikan kemampuan pemrosesan bahasa alami (NLP), pemahaman konteks, serta inferensi adaptif. Dalam pendekatan ini, ChatGPT digunakan untuk menganalisis log jaringan, mengidentifikasi pola aktivitas yang tidak biasa, dan memberikan interpretasi ancaman secara lebih komprehensif. Hasil rancangan menunjukkan bahwa pemanfaatan ChatGPT mampu meningkatkan akurasi deteksi serta mempercepat proses analisis dibandingkan metode rule-based. Selain itu, sistem juga dapat berfungsi sebagai alat pendukung keputusan bagi administrator jaringan melalui pemberian rekomendasi mitigasi yang bersifat kontekstual. Pendekatan ini membuka peluang pengembangan sistem keamanan jaringan yang lebih cerdas, responsif, dan adaptif terhadap ancaman siber modern.
Copyrights © 2026