Penelitian ini membahas relasi Islam dan nasionalisme integratif dalam konteks rekonstruksi peran umat Islam dalam membangun persatuan nasional Indonesia pasca-kolonial. Kajian ini dilatarbelakangi oleh munculnya berbagai tantangan sosial-politik kontemporer seperti globalisasi, radikalisme, polarisasi identitas, dan melemahnya solidaritas kebangsaan yang berpotensi mengancam integrasi nasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber ilmiah, khususnya jurnal bereputasi yang terindeks Scopus dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam dan nasionalisme di Indonesia memiliki hubungan yang bersifat integratif serta historis, di mana nilai-nilai keislaman berkontribusi besar dalam pembentukan identitas nasional Indonesia. Nasionalisme integratif menjadi paradigma penting dalam memperkuat persatuan bangsa melalui penguatan moderasi beragama, pendidikan Islam, budaya toleransi, dan pemberdayaan sosial masyarakat. Rekonstruksi peran umat Islam dalam konteks pasca-kolonial juga menunjukkan bahwa umat Islam memiliki posisi strategis sebagai agen transformasi sosial dalam menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika global kontemporer. Penelitian ini menegaskan bahwa Islam dan nasionalisme bukanlah dua konsep yang saling bertentangan, melainkan dua elemen yang dapat berjalan secara harmonis dalam membangun kehidupan berbangsa yang adil, damai, dan berkeadaban.
Copyrights © 2026