Indonesia merupakan negara agraris, namun produksi sayuran non-organik masih jauh lebih besar dibandingkan sayuran organik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan, harga, dan harga barang substitusi terhadap keputusan pembelian sayuran organik di Kota Makassar. Penelitian dilaksanakan pada September–November 2024 dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh konsumen sayuran organik di Kota Makassar yang berbelanja di Halal Fresh dan Hero Supermarket, dengan sampel sebanyak 30 responden yang ditentukan menggunakan rumus Ferdinand (n = K × 10). Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil uji t menunjukkan bahwa Pendapatan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y) (t = 6,514; Sig. = 0,000), sedangkan Harga (X2) tidak berpengaruh signifikan (t = 1,439; Sig. = 0,162) dan Harga Barang Substitusi (X3) berpengaruh negatif signifikan (t = -2,602; Sig. = 0,015). Hasil uji F menunjukkan bahwa Pendapatan, Harga, dan Harga Barang Substitusi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (F = 18,475; Sig. = 0,000), dengan nilai R Square sebesar 0,681 (68,1%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendapatan merupakan faktor dominan dalam keputusan pembelian sayuran organik, sementara harga dan harga barang substitusi memiliki peran yang lebih kecil. Temuan ini mengimplikasikan bahwa strategi pemasaran sayuran organik perlu menyasar konsumen berpendapatan menengah ke atas.
Copyrights © 2023