Kemampuan motorik halus anak Kelompok B (usia 5–6 tahun) di TK Sekar Melati Desa Rimba Beringin masih rendah, terlihat dari kesulitan anak mengontrol gerakan dan tekanan tangan saat meremas, menggulung, dan mengoordinasikan mata-tangan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan membentuk dengan media super light clay, menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus, masing-masing dua pertemuan, pada 13 anak (7 laki-laki, 6 perempuan). Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan konsisten pada setiap siklus, dengan capaian akhir kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 89,23% pada Siklus II Pertemuan II, melampaui indikator keberhasilan 75%. Temuan ini merekomendasikan super light clay sebagai media alternatif yang efektif dan aman untuk mengembangkan motorik halus anak usia dini di PAUD.
Copyrights © 2026