Kemampuan berhitung sederhana pada anak usia 4–5 tahun masih tergolong rendah. Hal ini ditandai dengan anak yang mengalami kesulitan dalam mengenal lambang bilangan, menghitung jumlah benda, serta melakukan penjumlahan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung sederhana anak melalui penerapan metode jarimatika. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah anak usia 4–5 tahun yang berjumlah 17 orang, terdiri dari 9 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berhitung pada setiap siklus. Kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat menjadi 60,30%, kategori Mulai Berkembang (MB) menurun dari 32,35% menjadi 7,35% dan kategori Belum Berkembang (BB) turun dari 33,82% hingga 0%. Akumulasi kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan BSB mencapai 92,65%, sehingga indikator keberhasilan dapat tercapai. Dengan demikian, metode jarimatika efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung sederhana pada anak usia 4–5 tahun.
Copyrights © 2026