Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kegiatan kolase terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Negeri Pembina 01 Bangkinang, yang dilatarbelakangi oleh temuan awal berupa rendahnya keterampilan menggunting, menempel, dan koordinasi mata–tangan pada anak Kelompok B. Rancangan penelitian menggunakan kuasi-eksperimen model nonequivalent control group, melibatkan 34 anak yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (kolase berbahan alam, n = 17) dan kelompok kontrol (kolase berbahan origami, n = 17). Data motorik halus dihimpun melalui observasi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji-t setelah asumsi normalitas dan homogenitas terpenuhi. Skor motorik halus kedua kelompok meningkat signifikan dari pretest ke posttest (p = 0,000). Uji independent sample t-test pada posttest menunjukkan keunggulan kelompok eksperimen atas kelompok kontrol (p = 0,004) dengan effect size besar (d = 1,053). Temuan ini menunjukkan bahwa kolase berbahan alam memberikan capaian motorik halus yang lebih unggul dibandingkan kolase berbahan origami.
Copyrights © 2026