Anak prasekolah merupakan periode awal yang paling penting dan mendasar disepanjang rentang pertumbuhan dan perkembangan kehidupan manusia. Bedasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam Mashuri 2024 menunjukkan bahwa sekitar 13-18% anak di Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Selanjutnya, IDAI memeriksa 2.634 anak dari usia 0 hingga 72 bulan, dan hasilnya menunjukkan bahwa 30% mengalami gangguan perkembangan motorik halus. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh plastisin terhadap perkembangan motorik halus anak umur 5-6 tahun di TK Negeri Pembina 3 Tahun 2025. Jenis penelitian Kualitatif menggunakan metode Quasi Experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2025 di TK Negeri Pembina 3. Populasi pada penelitian ini sebanyak 43 anak dan sampel dalam penelitian ini adalah anak usia prasekolah umur 5-6 tahun sebanyak 43 anak dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Instrumen pada penelitian ini terdiri dari SOP, Lembar Denver II. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunaka uji Mc Nemar. Hasil penelitian didapatkan hasil pretest mayoritas delay sebanyak 27 responden (62,8%). Setelah dilakukan intervensi plastisin hasil posttest mayoritas normal sebanyak 32 responden (74,4%). Dengan uji Mc Nemar menunjukkan bahwa P-Value sebesar 0,001 < 0,05. Plastisin efektif dalam meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak prasekolah umur 5-6 tahun di TK Negeri Pembina 3
Copyrights © 2026