Kawasan heritage Kota Tua Ampenan menghadapi dilema antara pertumbuhan ekonomi kreatif melalui perkembangan café dan pelestarian karakter historis kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi desain interior café terhadap karakter visual kawasan heritage Ampenan serta mengidentifikasi strategi yang mendukung keseimbangan fungsi komersial dan pelestarian budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada lima café di zona inti kawasan heritage. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan terhadap elemen visual, karakter fisik, dan atmosfer ruang, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi desain interior dipengaruhi oleh keseimbangan antara strategi branding komersial dan sensitivitas terhadap konteks historis. Penerapan prinsip adaptive reuse, pemertahanan elemen bangunan asli, penggunaan material lokal, serta penyampaian narasi sejarah melalui desain dan program kegiatan berpotensi memperkuat fungsi café sebagai katalis revitalisasi. Keterlibatan komunitas lokal, seperti seniman dan pelaku UMKM, dapat memperkuat koneksi sosial-budaya dan menciptakan nilai tambah ekonomi. Namun, risiko komersialisasi berlebihan dapat menggeser esensi heritage menjadi sekadar komoditas visual jika tidak diimbangi dengan regulasi ketat, panduan desain, dan kesadaran pelaku usaha. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas budaya untuk memastikan keberlanjutan fungsi heritage, sehingga dapat menjadi model pengembangan kawasan bersejarah yang seimbang antara konservasi, ekonomi kreatif, dan identitas lokal. Kata Kunci: café, heritage, Kota Tua Ampenan, revitalisasi
Copyrights © 2026