Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penggunaan drone dalam meningkatkan efektivitas operasi pengamanan perbatasan Indonesia–Malaysia di wilayah Kalimantan Barat, dengan fokus pada studi kasus Yonarmed 16/TK dalam penugasannya sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia di Sektor Barat Kodam XII/Tanjungpura. Penggunaan drone menjadi salah satu langkah modernisasi dalam pengawasan wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik geografis kompleks, seperti hutan lebat, medan berbukit, serta jalur perlintasan tidak resmi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui pengumpulan data berupa wawancara, observasi lapangan, dan analisis dokumen satuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan drone memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan efektivitas deteksi dini, monitoring aktivitas lintas batas, serta respon cepat terhadap potensi ancaman keamanan. Selain itu, drone meningkatkan efisiensi penggunaan personel dan memperluas jangkauan pengawasan pada area yang sulit dijangkau. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan kemampuan teknis drone, faktor cuaca, topografi yang ekstrem, serta regulasi yang belum sepenuhnya mendukung operasi udara tak berawak di wilayah perbatasan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas personel operator, dan modernisasi alutsista drone sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan dukungan teknologi terhadap sistem pengamanan perbatasan. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pertahanan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi pengawasan modern di wilayah perbatasan negara.
Copyrights © 2026