Teknologi konstruksi memberikan berbagai manfaat, seperti memfasilitasi transportasi serta komunikasi melalui pembangunan infrastruktur berupa jalan, jalur kereta api, dan jembatan, serta mendukung aktivitas manusia melalui pembangunan gedung, perkantoran, lapangan, dan pusat perbelanjaan. Wilayah Serang, Banten, merupakan kawasan industri sekaligus area yang sedang berkembang pesat di bidang konstruksi, sehingga membutuhkan banyak sumber daya manusia di bidang ini. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan suatu komponen yang terintegrasi dalam sistem pengelolaan perusahaan yang berfungsi untuk mengidentifikasi dan mengendalikan potensi risiko, sekaligus membangun kondisi kerja yang aman, nyaman, efektif, serta mendukung produktivitas. Permasalahan terkait SMK3 mencakup berbagai aspek, mulai dari kurangnya kesadaran pekerja hingga minimnya pemahaman pihak manajemen mengenai risiko kerja. Selain itu, masih banyak juga perusahaan yang belum menerapkan SMK3 secara efektif, yang berdampak terhadap meningkatnya kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kegiatan kerja. Kegiatan Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan SMK Ikhlas Jawilan, Cikande, Serang-Banten. Kegiatan ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan observasi lapangan serta identifikasi dan analisis terhadap area SMK Ikhlas Jawilan, yang pada akhirnya menghasilkan rancangan infrastruktur yang lebih baik dengan basis Analisis Lingkungan dan Teknologi Konstruksi.
Copyrights © 2026