Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut murid memiliki kemandirian belajar, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama, tetapi sebagian murid kelas X E-11 SMA Negeri 1 Bae Kudus masih menunjukkan hambatan penyesuaian diri berupa kepasifan dalam diskusi, ketergantungan pada guru, dan rendahnya keberanian berpendapat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan dan hasil layanan konseling kelompok dengan teknik Solution Focused Brief Counseling (SFBC) berbantuan media kartu solusi dalam meningkatkan penyesuaian diri murid terhadap tuntutan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing empat pertemuan, dengan subjek enam murid kelas X E-11. Data dikumpulkan melalui angket penyesuaian diri, lembar observasi proses, wawancara, dan hasil Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) kartu solusi, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata penyesuaian diri dari 35,6% (kategori Rendah) pada kondisi awal menjadi 53% (kategori Sedang) pada akhir Siklus I, dan 76,4% (kategori Tinggi) pada akhir Siklus II, dengan seluruh subjek (100%) mencapai kategori Tinggi atau Sangat Tinggi. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator kepercayaan diri dalam mengemukakan pendapat. Perbaikan media menjadi lebih variatif dan bergambar serta penguatan compliment yang lebih spesifik terbukti mendorong keberhasilan pada Siklus II. Penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan konseling kelompok teknik SFBC berbantuan kartu solusi efektif meningkatkan penyesuaian diri murid terhadap tuntutan Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026