Variasi infiltrasi antarpenggunaan lahan perlu ditafsirkan bersama karakteristik tanah agar perbedaan lokasi tidak langsung dianggap sebagai akibat pengelolaan. Penelitian ini bertujuan membandingkan laju infiltrasi serta mengidentifikasi karakteristik tanah dan hubungannya dengan infiltrasi pada lahan pertanian, semak belukar, dan hutan di Kecamatan Kahayan Tengah, Kalimantan Tengah. Survei menggunakan pemilihan lokasi secara purposif dengan tiga ulangan tercatat pada setiap penggunaan lahan. Infiltrasi diukur menggunakan double ring infiltrometer selama 30 menit dengan interval lima menit, sedangkan tanah kedalaman 0–20 cm dianalisis untuk tekstur, kadar air, bobot isi, densitas partikel, porositas, dan C-organik. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan korelasi eksploratif pada sembilan pasangan kode sampel. Rerata infiltrasi pada semak belukar, hutan, dan lahan pertanian masing-masing sebesar 721,00 ± 34,57; 480,20 ± 119,28; dan 24,87 ± 1,63 mm jam⁻¹. Lahan pertanian bertekstur liat berpasir, semak belukar pasir berlempung hingga lempung berpasir, dan hutan pasir. Korelasi gabungan menunjukkan hubungan positif infiltrasi dengan pasir dan bobot isi serta hubungan negatif dengan liat, debu, dan kadar air. Hubungan pasir dan kadar air menunjukkan kuatnya pengaruh pengelompokan. Beberapa nilai porositas, bobot isi dan densitas partikel menunjukkan asosiasi antar karakteristik tanah dan infiltrasi pada setiap lokasi.
Copyrights © 2026