Era postmodern ditandai dengan dominasi konsumerisme yang mengubah konsumsi dari pemenuhi kebutuhan menjadi pembentuk identitas sosial melalui simbol dan tanda, sebagaimana dijelaskan teori Jean Baudrillard tentang simulakra dan hiperrealitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana gaya hidup postmodern dan konsumerisme memengaruhi pembentukan identitas sosial, khususnya pada generasi muda di Indonesia yang terpapar media digital. Menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur dengan analisis isi dari jurnal open access via Google Scholar, hasil menunjukkan bahwa konsumsi simbolik seperti barang branded dan representasi media sosial menciptakan citra diri dinamis, fragmentasi identitas, serta paradoks antara realitas dan simulasi. Kesimpulan menyatakan bahwa dalam masyarakat postmodern, identitas sosial semakin cair dan bergantung pada konsumsi tanda, berpotensi menimbulkan ketidakpuasan serta kesenjangan sosial, sehingga diperlukan kajian empiris lanjutan.
Copyrights © 2026