Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Bullying Verbal Dalam Interaksi Anak Dan Relevansinya Terhadap Solidaritas Organik: Studi Kasus Pada Sekolah Rakyat Merdeka Kalteng Atifah Nurazzura Puteri; Hamudi Yusuf Ferlianto; Abigail Br Ginting; Yosi Piani; Esrawati Pasaribu; Yandra; Ida Bagus Suryanatha
Jurnal Ilmu Politik dan Studi Sosial Terapan Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : PT Polstac Repositori Riset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65974/jiposster.v5i1.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, dinamika, serta dampak bullying verbal dalam interaksi anak-anak di Sekolah Rakyat Merdeka Kalteng (SRMK), sebuah pendidikan alternatif berbasis komunitas yang berlokasi di bawah Jembatan Kahayan, Palangka Raya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa bullying verbal merupakan bentuk perundungan yang paling dominan pada anak usia 3–12 tahun. Bentuknya meliputi ejekan fisik, penghinaan ekonomi, panggilan bernada merendahkan, dan sorakan kelompok. Meskipun sering dianggap sebagai candaan biasa, tindakan tersebut berdampak pada menurunnya rasa percaya diri, munculnya perasaan tidak aman, dan kecenderungan menarik diri dari kegiatan belajar. Dengan menggunakan perspektif solidaritas Émile Durkheim, ditemukan bahwa bullying verbal menghambat terbentuknya solidaritas organik, karena menciptakan jarak sosial, melemahkan empati, serta menurunkan kohesi kelompok anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan strategi anti-bullying, seperti penggunaan bahasa positif, permainan kolaboratif, serta diskusi emosional, guna memperkuat nilai kebersamaan dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan aman.
OTORITAS DOSEN DAN HABITUS KEPATUHAN MAHASISWA: KAJIAN TENTANG KEKERASAN SIMBOLIK DALAM RUANG AKADEMIK DI UNIVERSITAS PALANGKA RAYA Fry Steven; Ririn Ririn; Hamudi Yusuf Ferlianto; Cica
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sabana.v5i2.8456

Abstract

Lecturers’ authority within academic spaces functions not only as a means of knowledge transmission but also as a mechanism for shaping students’ habitus of obedience through subtle symbolic practices. Higher education institutions serve as social fields where relations of domination are reproduced through academic legitimacy, evaluation systems, and hierarchical campus culture. This study employs a qualitative case study approach conducted at the Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Palangka Raya. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using Pierre Bourdieu’s concepts of habitus, capital, field, and symbolic violence. The findings reveal that lecturers’ symbolic domination encourages students to develop adaptive strategies in the form of obedience, behavioral adjustment, and the restriction of critical expression. This habitus of obedience is produced through a continuous process of educational socialization, causing academic domination to be perceived as natural and legitimate. These findings affirm that academic spaces function not only as sites of knowledge production but also as arenas for reproducing power structures through symbolic mechanisms that often remain unnoticed by the actors involved.