Penelitian ini menganalisis representasi hiperrealitas pada mahasiswa pengguna Instagram dalam pembentukan identitas digital. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa Instagram telah berkembang dari sekadar media komunikasi menjadi ruang produksi realitas sosial. Mahasiswa secara aktif membentuk citra diri melalui seleksi, estetisasi, dan manipulasi visual, sehingga menghasilkan representasi yang cenderung hiperreal dan melampaui realitas nyata. Fenomena ini tampak dalam dua aspek utama: konstruksi identitas digital dan kaburnya batas antara ruang publik dan privat. Akibatnya, muncul standar sosial baru yang berfokus pada citra ideal dan validasi sosial, yang memengaruhi cara mahasiswa memahami identitas diri serta relasi sosial. Media sosial, dengan demikian, berperan penting dalam membentuk dinamika realitas sosial kontemporer di kalangan mahasiswa.
Copyrights © 2026