Perkembangan budaya populer global melalui fenomena Korean Wave mendorong perubahan pola konsumsi penggemar K-Pop dari sekadar hiburan menuju praktik simbolik melalui pembelian merchandise. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konsumsi tanda dalam pembentukan dan penguatan identitas penggemar dalam komunitas fandom dengan menggunakan perspektif nilai tanda Jean Baudrillard. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap sumber akademik relevan periode 2022–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi merchandise tidak lagi didasarkan pada nilai guna, melainkan pada nilai simbolik yang merepresentasikan identitas, status sosial, dan loyalitas penggemar. Kepemilikan merchandise menjadi sarana validasi identitas serta pembeda sosial dalam komunitas, yang diperkuat oleh tekanan sosial seperti fear of missing out dan konstruksi hiperrealitas melalui media. Kesimpulannya, konsumsi merchandise K-Pop merupakan praktik simbolik yang berfungsi sebagai medium komunikasi identitas dan legitimasi sosial dalam budaya fandom kontemporer.
Copyrights © 2026