Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reproduksi Habitus dalam Pluralisme Medis: Mengkaji Dinamika Pasien dan Keberlanjutan Tradisi Bapidara di Palangka Raya Januarti Litania Hutajulu; Eriade Novianti Purba; Anita Natalia; Meriyatie
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2707

Abstract

Pengobatan tradisional Bapidara merupakan salah satu praktik budaya masyarakat Banjar yang masih bertahan di tengah perkembangan pengobatan modern. Tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai metode penyembuhan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya dan sistem kepercayaan masyarakat. Keberadaan Bapidara menunjukkan adanya pluralisme medis, yaitu penggunaan pengobatan tradisional dan medis modern secara bersamaan dalam proses pencarian kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reproduksi habitus masyarakat Banjar dalam praktik pengobatan tradisional Bapidara serta memahami dinamika masyarakat dalam mempertahankan tradisi tersebut di tengah modernisasi kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Bapidara masih dipercaya karena diwariskan secara turun-temurun melalui keluarga dan lingkungan sosial masyarakat Banjar. Penggunaan doa, ayat Al-Qur’an, serta bahan alami seperti kunyit dan daun sirih memperkuat legitimasi budaya dan religius dalam praktik pengobatan tersebut. Selain itu, masyarakat menggunakan pengobatan tradisional dan modern secara bersamaan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan sistem kesehatan. Praktik Bapidara juga memiliki fungsi sosial, psikologis, dan spiritual sehingga tetap bertahan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Banjar.
Painting Workshop as a Means of Self-Expression and Emotional Support at J.A.M Palangka Raya Psychiatric Home Edelweiss Bandarmasih; Rivana Silda Marie Purba; Muhammad Thoriq Dwianta Syahputra; Meriyatie; Suita Ningsih; Saputra Adiwijaya; Ida Bagus Suryanatha
Bratasena: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2026): Bratasena: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (May 2026)
Publisher : PT Polstac Repositori Riset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65974/bratasena.v1i2.99

Abstract

Background: Mental health is a fundamental aspect of human quality of life, but people with mental disorders often face verbal communication barriers and social stigma that hinder recovery Contribution: This study aims to see how painting activities can help patients at the J.A.M Palangka Raya Psychiatric Home express their feelings and receive emotional support. Method. The study used a descriptive qualitative method by observing, interviewing, and documenting activities with a total of 10 participants who were in the recovery stage. Results: The results showed that painting activities were very helpful for participants who had difficulty speaking to express their feelings through color and drawing. Participants who were initially quiet became calmer, actively participated in activities, and dared to show their paintings. This activity succeeded in increasing the confidence of participants with 80% of participants wanting to participate again. Painting is not just an ordinary art activity but a therapy that helps the mental and social recovery of participants. Painting workshop activities proved to be a good and humane way to support the ongoing recovery process in psychiatric homes