Hilirisasi merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing ikan patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus), namun karakteristik unit pengolah dan distributor di Indonesia masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengarakterisasi unit pengolah dan distributor sebagai dasar pengembangan hilirisasi patin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif–eksploratif terhadap 20 unit usaha (12 unit pengolah dan 8 distributor) di 12 provinsi yang dipilih secara purposif. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, tabulasi silang, dan uji eksak Fisher. Hasil menunjukkan bahwa unit pengolah terkonsentrasi di Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Kalimantan Barat, sedangkan distributor memperluas pemasaran melalui jaringan antarprovinsi. Sebagian besar unit pengolah (83,3%) hanya menghasilkan fillet, sementara 41,7% telah memanfaatkan hasil samping secara komersial. Pemanfaatan hasil samping berhubungan signifikan dengan bentuk bahan baku (p=0,002), di mana seluruh unit yang menggunakan ikan hidup atau segar melaporkan pemanfaatannya. Seluruh distributor menerapkan rantai dingin dengan kendaraan berpendingin dan cold storage. Secara deskriptif, hilirisasi patin masih berada pada tahap dasar menuju menengah, sehingga perlu diperkuat melalui diversifikasi produk, optimalisasi hasil samping, dan integrasi pembudi daya, unit pengolah, serta distributor
Copyrights © 2026