Sriwijaya Bioscientia
Vol 7 No 2 (2026)

Identifikasi, prevalensi dan intensitas ektoparasit pada kucing di UPTD Rumah Sakit Hewan Provinsi Sumatera Selatan, Palembang

Sri Amnadewi (Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya Jalan Palembang-Prabumulih, Km32 Indralaya Ogan Ilir 30662)
Syafrina Lamin (Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya Jalan Palembang-Prabumulih, Km32 Indralaya Ogan Ilir 30662)
Kamila Alawiyah (Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya Jalan Palembang-Prabumulih, Km32 Indralaya Ogan Ilir 30662)
Mustafa Kamal (Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya Jalan Palembang-Prabumulih, Km32 Indralaya Ogan Ilir 30662)
Sri Maulina (Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya Jalan Palembang-Prabumulih, Km32 Indralaya Ogan Ilir 30662)



Article Info

Publish Date
03 Oct 2026

Abstract

Infestasi ektoparasit merupakan masalah kesehatan utama pada kucing yang dapat menyebabkan dermatitis, anemia, hingga penularan penyakit zoonosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, menghitung prevalensi, dan intensitas ektoparasit pada kucing di UPTD Rumah Sakit Hewan Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan pada Desember 2025 dengan total 36 ekor kucing sebagai sampel. Metode pemeriksaan menggunakan superficial skin scraping, ear swab, dan flea combing. Hasil penelitian  ditemukan tiga jenis ektoparasit yakni  3 jenis, 3 famili dan  2 Ordo, meliputi pinjal    Ctenocephalides felis (Ordo: Siphonaptera, Famili: Pulicidae), serta dua jenis tungau dari Ordo Sarcoptiformes, yaitu Notoedres cati (Famili: Sarcoptidae) dan Otodectes cynotis (Famili: Psoroptidae), total prevalensi infestasi ektoparasit sebesar 33,31%  wilayah pravalensi terbesar yakni  daerah bukit lama (22,22 %) pravalensi dan intensitas ectoparasit. Pinjal Ctenocephalides felis (prevalensi 11,44%, tungau dengan kategori sedang, tetapi intensitasnya 5-7 individu parasit perkucing (sedang),  Notoedres cati (prevalensi 25%  dalam kategori sedang dengan intensitas 2-4 individu/kucing (rendah), intensitas 3 individu/ekor), tungau  Notoedres cati (prevalensi 25%, intensitas 1 ind/ekor), dan tungau telinga Otodectes cynotis (prevalensi 3%, intensitas 1 ind/ekor).Tidak ada keterkaitan antara pravalensi dan intensitas invasi ektoparasit terhadap jenis kelamin, umur dan jenis kucing. Kondisi lingkungan yang lembab dan managmen  pemeliharaan luar ruangan menjadi faktor risiko utama transmisi ektoparasit di Kota Palembang.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

sribios

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Environmental Science Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology

Description

Publikasi karya ilmiah secara berkala melalui jurnal elektronik sebagai tujuan SRIWIJAYA BIOSCIENTIA. Karya ilmiah yang dipublikasi oleh SRIWIJAYA BIOSCIENTIA termasuk dalam bidang ilmu Biologi murni dan Biologi terapan. Biologi murni termasuk Ekologi, Biosistematika, Fisiologi, Biologi ...