Infestasi ektoparasit merupakan masalah kesehatan utama pada kucing yang dapat menyebabkan dermatitis, anemia, hingga penularan penyakit zoonosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, menghitung prevalensi, dan intensitas ektoparasit pada kucing di UPTD Rumah Sakit Hewan Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan pada Desember 2025 dengan total 36 ekor kucing sebagai sampel. Metode pemeriksaan menggunakan superficial skin scraping, ear swab, dan flea combing. Hasil penelitian ditemukan tiga jenis ektoparasit yakni 3 jenis, 3 famili dan 2 Ordo, meliputi pinjal Ctenocephalides felis (Ordo: Siphonaptera, Famili: Pulicidae), serta dua jenis tungau dari Ordo Sarcoptiformes, yaitu Notoedres cati (Famili: Sarcoptidae) dan Otodectes cynotis (Famili: Psoroptidae), total prevalensi infestasi ektoparasit sebesar 33,31% wilayah pravalensi terbesar yakni daerah bukit lama (22,22 %) pravalensi dan intensitas ectoparasit. Pinjal Ctenocephalides felis (prevalensi 11,44%, tungau dengan kategori sedang, tetapi intensitasnya 5-7 individu parasit perkucing (sedang), Notoedres cati (prevalensi 25% dalam kategori sedang dengan intensitas 2-4 individu/kucing (rendah), intensitas 3 individu/ekor), tungau Notoedres cati (prevalensi 25%, intensitas 1 ind/ekor), dan tungau telinga Otodectes cynotis (prevalensi 3%, intensitas 1 ind/ekor).Tidak ada keterkaitan antara pravalensi dan intensitas invasi ektoparasit terhadap jenis kelamin, umur dan jenis kucing. Kondisi lingkungan yang lembab dan managmen pemeliharaan luar ruangan menjadi faktor risiko utama transmisi ektoparasit di Kota Palembang.
Copyrights © 2026