Penelitian dimaksudkan guna membuktikan komparasi hasil belajar matematika dalam penerapan model kooperatif tipe Jigsaw dan STAD dalam pokok bahasan Penyelesaian SPLDV kelas IX SMP YPK Kotaraja Jayapura. Pendekatan eksperimen semu (quasi-experiment) digunakan melalui Nonequivalent Control Group Design. Seluruh siswa kelas IX di sekolah tersebut bertindak sebagai populasi, sementara kelas IX E (Jigsaw) dan kelas IX F (STAD) dipilih sebagai sampel. Instrumen mengumpulkan data melalui tes uraian melalui tahap pre dan post-test yang dianalisis melalui uji normalitas, homogenitas, serta uji Mann–Whitney U. Temuan mengungkapkan rerata skor awal (pre-test) kedua kelas masih berada di bawah ambang batas KKM (70), yakni 26.66 (Jigsaw) dan 22.73 (STAD). Pasca-perlakuan, rerata post-test meningkat signifikan menjadi 83.97 untuk Jigsaw dan 75.67 untuk STAD. Meski uji Mann–Whitney U menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan secara statistik (Sig. 0.053 > 0.05), secara deskriptif model Jigsaw menghasilkan skor yang lebih tinggi. Maka, kedua model kooperatif tersebut efektif memperkuatn capaian belajar siswa, dengan keunggulan praktis pada model Jigsaw.
Copyrights © 2026