Manajemen logistik farmasi merupakan faktor strategis bagi kesinambungan finansial rumah sakit kelas C swasta yang pendapatannya bergantung pada klaim INA-CBGs dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan efisiensi pengelolaan stok obat dan ketepatan pengadaan dengan ketersediaan obat serta pendapatan rumah sakit, dan menjelaskan mekanisme di baliknya. Penelitian menggunakan desain kombinasi (mixed methods) sequential explanatory. Tahap kuantitatif bersifat asosiatif potong lintang terhadap 19 pegawai instalasi farmasi RSU Kelas C Sumatera Barat yang diambil secara total sampling, dengan kuesioner skala Likert 1–4 yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif Three-Box Method dan uji korelasi Spearman’s rho. Tahap kualitatif berupa satu sesi Focus Group Discussion terhadap sembilan informan lintas fungsi untuk menjelaskan temuan kuantitatif. Hasil uji korelasi menunjukkan kelima hubungan antar variabel bersifat positif dan signifikan, dengan ketersediaan obat memiliki keeratan tertinggi dengan pendapatan rumah sakit (ρ=0,815; p<0,001). Keempat variabel berada pada kategori sedang, menandakan kinerja yang cukup namun belum optimal. Hasil FGD mengonfirmasi dan menjelaskan bahwa kekosongan obat, pembelian darurat, serta keterlambatan klaim berakar pada perencanaan berbasis pola konsumsi, keterlambatan pemasok, distribusi internal, dan pencatatan yang belum tertib. Ketersediaan obat menjadi simpul yang menghubungkan kapabilitas pengelolaan dan pengadaan dengan kinerja pendapatan.
Copyrights © 2026